oleh

Miras Saat Pesta Pernikahan Berujung Bentrok, 5 Warga Luka

Merauke, PAPUANEWS.ID – Pertikaiaan yang terjadi pada sebuah pesta pernikahan di Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Selasa (29/8) mengakibatkan sedikitnya lima orang luka-luka.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan perselisihan itu terjadi setelah dua orang warga yang turut hadir pada pesta pernikahan tersebut terlibat adu mulut.

“Kedua warga yang bernama Godemikus Kaimu dan Edi Watora yang sama-sama telah dipengaruhi minuman keras terlibat salah paham, yang berujung pertengkaran antarkelompok atau suku di kompleks tersebut,” katanya.

Pertikaian tersebut berawal dari pesta pernikahan di rumah Yohanes Kutok, yang merupakan anggota polisi Polres Merauke.

“Keributan terjadi pada saat acara sudah mau selesai, atau sekitar pukul 04.30 WIT, Godemikus Kaimu dan Edi Watora terlibat perselisihan atau salah paham,” katanya.

Permasalahan yang mengakibatkan terjadinya pertikaian tersebut hingga saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian. Saudara Godefikus Kaimu mengalami luka bacok pada lengan kiri yang di lakukan oleh saudara Edi Watora.

“Sehingga terjadi keributan antara kedua kelompok suku di kompleks tersebut. Dimana dilaporkan sebanyak lima orang warga termasuk Godemikus Kaimu dilarikan ke RSUD Kabupaten Merauke guna mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Empat orang warga lainnya yang dilaporkan menderita luka-luka karena benda tajam yakni Applications Apai (25), Yohanis Niwen (32), Philipus Okwarik (16), dan Yohanis Kayogan (18).

Untuk mengantisipasi adanya tindakan balas dendam, aparat kepolisan resor Merauke langsung mengantisipasi mengumpulkan para tokoh masyarakat dan agama untuk membahas dan mencari solusi dari persoalan tersebut.

“Jadi, personil Polres Merauke langsung mengumpulkan dan menggalang kepala suku Mappi dan Muyu, tokoh adat dan tokoh masyarakat Mappi dan Muyu serta memberikan pengertian bahwa kasus itu murni kriminal dan masing-masing pihak agar menahan diri serta kasus tersebut sudah ditangani oleh polisi,” katanya. (red,Cs)

banner
Bagikan :

News Feed