oleh

Diduga Menipu Miliiaran Rupiah, Pasutri Terpaksa Nginap di Prodeo

Kawattimur, Pasangan suami istri berinisial TS dan AN yang selama ini dikenal sebagai pemilik Restoran Bintang Laut Jayapura terpaksa harus menginap di Hotel Prodeo milik Polda Papua, karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan miliaran rupiah. Modus penipuan yang dilakukan Pasutri itu meminjam uang dari sesama pengusaha dengan alasan untuk modal usaha, Namun hingga batas waktu yang ditentukan, tidak pernah mengembalikan uang pinjaman tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol. Hendri Parlinggoman Simanjuntak mengatakan, pasangan suami istri TS dan AN sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana penipuansenila Rp4.5 milliar. ‘’Keduanya sudah dijadikan tersangka berdasarkan bukti-bukti dan kini sudah ditahan,’’ujar Simanjuntak, Selasa 10 Oktober.

Mengenai modus penipuan yang dilakukan pasangan suami istri itu sesuai keterangan pelapor yakni Rudi Dom Putra,  meminjam uang, namun tidak pernah mengembalikan sampai batas waktu yang sudah disepakati.  ‘’Kedua tersangka meminjam uang kepada Rudi Dom dengan alasan untuk modal usaha, tapi hingga waktu yang disepakati tak pernah mengembalikan, bahkan meski sudah ada kesepakatan dalam akta notaris, kedua tersangka tetap tak menepati janjinya, sehingga dilaporkan ke Polisi,’’jelasnya.

Kedua tersangka sebelum resmi ditahan per tanggal 10 Oktober, sudah pernah dipanggil untuk dimimtai keterangan. Tapi panggilan pertama itu tidak dipenuhi, sehingga pada panggilan kedua, dengan alasan subyektif penyidik, kedua tersangka ditahan. ‘’Penahanan untuk kepentingan penyidikan selanjutnya,’’kata Simanjuntak.

AN Istri dati TS tersangka kasus tindak pidana penipuan uang milliaran rupiah

 

Melihat jumlah uang yang ditipu kedua tersangka, ada indikasi korbannya bukan hanya satu orang. “Kami minta kalau memang ada yang merasa menjadi korban dari kedua tersangka, agar segera melapor, supaya ditindak lanjuti juga,’’harapnya.

TS dan AN yang juga dikenal sebagai pemilik took pengecer minuman keras di Jayapura, dijerat dengan pasal 378 KUHP yang berbunyi, barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hokum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan menggerakan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapus piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. (Ambarita)

 

 

 

banner
Bagikan :

News Feed