oleh

Jelang Penetapan Pilkada, Situasi Papua Panas, Malaikat Minta Tak Anarkis

Kawattimur, Menjelang penetapan calon calon gubernur dan wakil gubernur serta bupati-wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada tahun ini, situasi Papua memanas. Berbagai issu terus berkembang terkait akan adanya mobilisasi massa secar besar-besaran, menduduki kantor KPU dan DPRD.

Issu akan adanya pengerahan massa, terutama di kabupaten yang kemungkinan calon kepala daerahnya tunggal seperti Jayawijaya. Ada issu, massa akan menduduki kantor KPU dan DPRD setempat jika pasangan calon kepala hanya satu.

Salah seorang tokoh masyarakat Jayawijaya yakni Malaikat Alfius Tabuni tidak menampik hal itu. “Memang banyak issu yang beredar, akan ada pengerahan massa dan beribdak anarkis bila calon tunggal tetap diumumkan, tapi kami warga Jayawijaya sudah terbiasa dengan issu. Dan masyarakat tidak akan mudah lagi terprovokasi,”ujarnaya Sabtu 10 Febuari.

Bahkan, ia melanjutkan, masyarakat Jayawijaya akan tetap beraktivitas seperti hari-hari biasa saat penetapan calon 12 Febuari mendatang. “Warga tidak akan terpancing lagi oleh provokasi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,lebih baik kerja seperti biasa, yang berkebun ya berkebun yang beternak ya beternak,” tuturnya.

Malaikat Alfius Tabuni yang juga Ketua Forum Pembangunan Kebangsaan Provinsi Papua mengharapkan, pihak Aparat keamana bertindak tegas bila ada pihak-pihak yang mencoba membuat kekacauan. “TNI dan Polri harus tindak orang yang buat kacau,”tandasnya.

Ketua Adat Lapago Paus Kogoya juga menadaskan hal senada, bahwa situasi akan tetap akan aman pada hari penetapan calon Pilkada. “Kami sudah minta para kepala kepala suku untuk kendalikan warganya untuk tak ikut-ikutan demo menolak apa yang menjadi keputusan penyelenggara Pilkada,”ujarnya.

Menurutnya, warga Jayawijaya sudah biasa berdemokrasi. “Tidak ada lagi yang bertindak anarkis, massa akan terima apapun yang menjadi keputusan penyelenggara Pilkada,”tandasnya.

Yang jelas kami sudah meminta semua maayarakat jangan bertindak anarkis atau rusuh, sebab hanya akan merugikan semua pihak. “Masyarakat juga sudah faham, dan tidak mudah dihasut untuk melakukan hal-hal yang mengganggu ketenangan,”pungkasnya.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengakui adanya sejumlah issu yang berkembang menjelang penetapan calon Pilkada Papua. “Ada berbagai issu, tapi kami sudah antisipasi dengan melakukan pendekatan kepada sejumlah tokoh,”ujarnya.

Lanjutnya, ada berbagai daerah yang akan menetapkan calon Pilkada, yang menjadi perhatian. “Ada beberapa wilayah yang jadi fokus kami pada saat penetapan, seperti Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Puncak dan Paniai. Dan ada penebalan personil di kantor penyekenggara Pilkada,”imbuhnya.

Untuk KPU provinsi Papua, Polda Papua juga memberikan konsentrasi penuh dalam pengamanan. “Semua kami antisipasi, baik 7 kabupaten maunpun provinsi yang menyelenggarakan Pilkada,”titurnya.

Kamal mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan personil dari Polda Papua Barat, jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Kami siapkan personil dari Papua Barat, karena sudah mengenal karakter Papua,”paparnya.

banner
Bagikan :

News Feed