oleh

Wujudkan Pilkada Papua Damai, Polisi dan Tentara Doa Bersama dengan Tokoh Lintas Agama

Jayapura, Guna mensukseskan Pilkada di Papua tahun 2018 berjalan damai dan demokratis, Polda Papua memggelar Doa bersama dengan tokoh lintas agama. Acara bwrlangsung di Hotel Sahid Jayapura, 11 dan 12 Juni.

Doa bersama yang dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafly Amar dan jajarannya serta Forkopinda Papua serta para pemimpin umat dari berbagai agama dari seluruh perwakilan Kabupaten di Papua.

Sebelum Doa bersama digelar, Kepala Badan Intelijen Daerah Papua Brigjen Abdul Haris Napoleon memberikan sambutan. ”Di Tanah Papua kita semua bersaudara, kita ibarat satu tungku tiga batu yang berarti kita saling membantu sesama manusia tanpa membedakan suku agama maupun ras dan ini bisa kita terapkan pada perayaan ibadah hari raya Idul Fitri yang akan dirayakan oleh umat Islam. Papua menjadi zona kerukunan integritas dan ini menjadi hal yang layak kita pertahankan, kalau persatuan ini bisa kita jaga, maka teroris pun tidak akan mampu memecah belah persatuan di Papua. Semoga dengan doa dan buka puasa bersama semoga pilkada menjadi aman dan kita balikkan prediksi pilkada yang paling rawan menjadi pilkada yang paling aman dan damai,”ujar Haris.

Pangdam XVII Cenderawasih George Elnadus Supit menyatakan, seluruh elemen san masyarakat Papua harus terus menjaga kedamaian. “Kita setiap hari mendengar kata damai tapi kenyataannya yang kita hadapi kedamaian belum terwujud sebagaimana mestinya diluar sana ada kelompok yang menciderai rasa kemanusiaan rasa keadilan masih terjadi dimana mana bahkan sampai menghilangkan nyawa. Manusia tidak ada yang sempurna namun demikian tidak bosan-bosannya memberikan pencerahan sesuai dengan kaidah ajaran dari tiap agama. Saya meyakini tidak ada agama manapun yang mengajarkan berbuat jelek kepada sesama manusia,”ucap Pangdam.

Dengan adanya agama diharapkan dapat mengurangi kejahatan di muka bumi ini sehingga peran tokoh agama sangat penting dan ini menjadi peran pokok di dunia ini. “Dalam istilah militer “Tidak ada anak buah, yang salah adalah pemimpinnya, artinya kita sebagai pemimpin bertanggung jawab atas anak buah yang dipimpinnya. Pilkada tinggal beberapa hari dan masih terdapat masalah di sana sini ada salah satu Paslon yang dinyatakan oleh hukum tidak lolos seleksi seharusnya sebagai orang yang beragama harus menerima itu tapi kenyataannya tidak, mereka mengerahkan massa demo yang menyebabkan merugikan masyarakat,”ungkapnya.

Pangdam mohon kepada para tokoh agama bisa menyampaikan hal ini jangan sampai malah ada tokoh agama yang mengompori sehingga masalah tambah lebar. “Dengan peran agama pilkada Papua yang panas maka saya yakin tidak ada itu, dengan doa dan puasa saya yakin Tidak akan terjadi itu Tuhan tidak akan membiarkan umatnya terpecah belah. Saya berharap banyak meletakkan tumpuan memberikan pencerahan kepada umatnya mari kita menjadi warga negara yang baik warga yang menghormati adat istiadat nya serta menjaga persatuan,”tandas Pangdam.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Raly Amar mengatakan, dua hari kita sudah melaksanakan doa, atas doa yang telah dilakukan kami mengucapkan terimakasih karena kegiatan hari ini merupakan upaya mewujudkan pilkada yang aman damai dan demokratis. “Tuhan pasti mendengar doa kita seandainya tidak sesuai dengan harapan ini merupakan ujian dan kita harus kuat oleh karena situasi bimbingan dari tokoh agama itu merupakan sandaran,”tukasnya.

Hari ini anak bangsa yang menjadi pasangan calon Gubernur dan 7 kabupaten ini merupakan putra terbaik kita dan melalui doa ini merupakan harapan agar kita menjadi insan yang melaksanakan pilkada dengan menjaga kerukunan dan menciptakan pilkada yang aman dan damai. Kami selaku penyelenggara mengucapkan terimakasih dan doa juga diberikan kepada petugas dan tentunya kami berharap tidak bosan-bosannya untuk doa dan puasa bersama masih terus dapat dijalankan,”pungkasnya.

Ketua NU Papua Toni Wanggai mengatakan, Papua adalah zona damai dan kami para tokoh agama serta para umatnya harus terus menjaga hal ini.
“Karena setitik darah dapat mencoreng Papua, jangan sampai kita mengompori pasangan yang lain dan yang rugi adalah kita semua yang berada di tanah Papua ini. Kita harus mendukung TNI Polri dan Pemerintah Daerah. Saya mengapresiasi kepada Kapolda yang telah mengumpulkan para tokoh agama demi pelaksanaan Pilkda yang aman dan damai di Papua,”paparnya.

Semua komponen yang terlibat dalam kegiatan ini berkomitmen yang baik ini didoakan semoga tidak hanya pada level itu akan tetapi menular ke level akar rumput. Masih ada PR yang besar bagaimana cita cita besar kegiatan ini dapat ditularkan ke akar rumput. Karena doa saja tidak cukup dan harus didukung oleh aksi nyata sehingga apa yang kita cita citakan dapat tercapai. (KaTe)

Bagikan :

News Feed