oleh

Jubir Istana Terkait Pilkada Gubernur Papua : Jangan Saling Klaim Lebih Baik Tunggu Hasil KPU

Jayapura, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan yang juga menjadi Juru Bicara Istana Presiden Ali Mochtar Ngabalin meminta semua pihak menahan diri dan jangan saling klaim sebagai pemenang Pilkada Gubernur Papua tahun 2018. Lebih baik semua menunggu hasil penghitungan suara secara menyeluruh oleh KPU Provinsi Papua sebagai penyeenggara Pilkada.

“Sebenarnya saya tidak mau masuk wilayah ini, karena ini domainnya KPU dan Bawaslu. Tapi pemerintah berharap masyarakat tetap sabar dan tenang, serta jangan ada dulu saling klaim sebagai pemenang, sebelum ada penghitungan resmi dari KPU secara menyeluruh sebagai penyeenggara yang independen,”ujar Ali Mochtar Ngabalin Minggu 1 Juli dinihari di Jayapura.

Lanjut Ngabalin, himbauan kepada masyarakat agar tetap sabar dan tenang serta jangan ada dulu pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemenang, bukan saja hanya ditujukan pada Pilkaa di Papua tapi seluruh Indonesia yang menggelar Pilkada serentak. “Himbauan tetap menjaga ketenangan tidak saja di Papua tapi juga dibeberapa tempat yang melaksanakan Pilkada, agar tetap sabar biarlah KPU melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional serta netralitasnya bisa dipertanggungjawabkan,”pungkasnya.

Untuk Pilkada Gubernur Papua, penghitungan suara baru 19 persen, jadi beum bisa ditentukan siapa pemenangnya. “Tidak usah ragu dengan KPU, tunggu saja hasil perhitungannya secara menyeluruh baik hitungan ceat maupun real countnya,”tandas Ngabalin.

Menurut Ngabalin, kehadirannya di Papua untuk memantau secara langsung situasi yang ada pasca pelaksanaan Pencoblosan Pilkada. “Pada prinsipnya pemerintah mematau setiap wilayah yang menggelar Pilkada serentak, terutama situasi keamanan dan suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak, karena sebelumnya banyak orang kuatir akibat banyaknya berita hoax yang beredar tidak aaja di wilayah Timur Indonesia tapi seluruh Indonesia terutama 171 titik yang melaksanakan Pilkada serentak,”terangnya.

Ngabalin mengatakan dirinya hadir di Papua bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. “Pemerintah juga sebarkan orang dari Depdagri diseluruh wilayah yang meakaanakan Pilkada tidak saja ke Papua, dan pemerintah berterimah kasih kepada masyarakat atas suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak,”ucapnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat dikonfirmasi terkait kehadiarannya di Papua, engganemberikan keterangan. “Besok pagi aka bos, cape ini,”kata Kapolri.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, Kapolri dan Panglima akan menggelar rapat tertutup di Markas Kodam XVII Minggu 1 Juli pagi, menyikapi situasi Piljada di Papua. “Termasuk juga menyikapi hilangnya dua anggota Polri di Diatrik Torere Kabupaten Puncak Jaya saat hari pencoblosan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur dan hingga kini masih dalam pencarian,”ucapnya.

Selain itu, rapat tertutup juga akan membahas Pilkada di Nduga dan Paniai yang tertunda dengan alasan keamanan.

banner
Bagikan :

News Feed