oleh

Udara Papua Rawan Penerbangan Ilegal

Jayapura, Wilayah udara Papua rawan penerbangan illegal. Setiap tahun banyak penerbangan dari Negara luar yang melintasi udara Provinsi ujung timur Indonesia itu tanpa izin. Bahkan ada penerbangn asing yang melakukan pengamatan, pengintaian dan foto udara. Hal itu akibat minimnya sarana prasana serta sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan lalu lintas penerbangan di wilayah udara Papua.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Marsma TNI Jorry Koloay mengatakan, wilayah udara Papua sangat rawan pelanggaran penerbangan, yakni banyak yang penerbangan yang melintas tanpa ijin, baik dari Australia menuju Asia Pasifik maupun sebaliknya serta penerbangan internal wilayah Papua. “Untuk tahun lalu saja, ada 7 penerbangan asing illegal yang melintasi udara Papua, mereka terbang dari Australia menuju Guam maupun Fhilipina dan sebaliknya,’’ujar Jorry Koloay kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional dalam rangka kerja sama Sipil-Militer untuk pengelolaan system keamanan wilayah udara dan penerbangan nasional Papua, yang berlangsung di Jayapura, Selasa 17 Juli.

Lanjut Jenderal berbintang satu itu, penerbangan asing yang melintasi udara Papua dianggap illegal, karena ijin  yang dimiliki saat terbang, tidak sesuai dengan yang dilaporkan. “Memang ada izin, tapi jenis pesawat yang dilaporkan berbeda, bahkan orang dalam pesawat juga beda sehingga kami anggap illegal,’’tandasnya.

Ada juga penerbanagn asing yang melakukan pengamatan dan pengintaian serta foto udara secara diam-diam. ‘’Jelas tindakan seperti ini illegal, memasuki wilayah Indonesia lalu melakukan kegiatan tanpa izin,’’ucapnya.

Kerawanan lain, lanjutnya, banyak penerbangan internal Papua yang tak memiliki izin terbang. “Ada 302 lapangan terbang dan bandara di wilayah Papua, sementara sarana prasarana serta SDM sangat terbatas akibatnya sulit dikontrol, dan inilah yang menjadikan banyaknya penerbangan illegal, padahal kondisi seperti ini sangat rawan terjadi kecelakaan udara,’’tukasnya.

Wilayah Udara Papua juga sangat rawan dari aksi terror baik dari kelompok bersenjata maupun teroris karena wilayah Papua yang berbatasan dengan Negara lain. “Potensi penerbangan diganggu oleh kelompok teroris sangat tinggi karena wilayahnya yang luas serta berbatasan dengan Negara lain seperti Australia, Filipiuna, PNG serta Negara-negara Pasifik lainnya,’’kata dia.

Untuk itu, kerja sama dengan instansi terkait dalam rangka menjaga kedaulatan udara Indonesia di wilayah Papua sangat diperlukan dan dibutuhkan saat ini. “Sinergitas instansi terkait dalam pengawasan udara Papua sangat penting, agar aman dari tindakan yang merugikan bangsa ini,’’tandasnya.

Ditanya berapa kebutuhan yang ideal personil angkatan udara untuk mengawasi lapangan terbang maupun bandara di seluruh Papua, Jorri menyatakan, idealnya setiap lapangan terbang ataupun bandara dijaga 1 regu personil. ‘’Kalau lapanagn terbang dan bandara di Papua jumlahnya 302, maka personil yang dibutuhkan sekitar 3000 an, atau 5-6 batalionm,’’jelasnya.

General Manager AirNav (Jaminan Keselamatan Penerbangan) Lembaga penyelenggara layanan navigasi penerbangan oindonesia Cabang Sentani,  Suwandi ditemoat yang sama mengatakan, lapangan terbang dan bandara di Papua membutuhkan militer untuk jaminan keamanan. “Semua sadar kondisi Papua itu snagat spesifik, ancaman penerbangan bisa saja terjadi dimana-dimana dan kapan saja, sehingga dukungan bersifat militer sangat dibutuhkan terutama menjaga keamanan lapangan terbang maupun bandara yang jumlahny ratusan,’’papar dia.

Suwandi mengakui, banyak lapangan terbang maupun bandara di Papua yang tidak memiliki petugas keamanan, padahal sangat rawan gangguan. “Kondisi bandara dan lapanagn terbang tanpa petugas itulah salah satu spesifikasi Ppaua yang memerlukan perhatian serius,’’tukasnya.

Air Nav sendiri, sambung dia, sudah memilki sitem keselamatan penerbangan yang bisa memantau penerbangan diseluruh bandara dan lapangan terbang di Papua. “Kami sudah punya system keselamatan penerbangan yang bisa memantau seluruh aktivitas penerbangan baik yang landing maupun terbang di seluruh Ppaua, tapi untuk keamanan itulah yang kini sangat dibutuhkan,’’paparnya. (KaTe)

 

banner
Bagikan :

News Feed