oleh

Aktivis Gereja Minta Hentikan Kekerasan di Nduga Papua

banner

Jayapura, Aktivis gereja meminta pemerintah menghentikan aksi kekersan di Kabupaten Nduga, yang hanya menimbulkan jatuhnya korban warga tak berdosa, dan menyisahkan trauma yang mendalam. Jika aparat keamanan beralasan hendak mengejar Kelompok Bersenjata sebaiknya dilakukan secara bermartabat serta menghindari jatuhnya korban warga sipil.

“Stop aksi kekerasan dengan alasan untuk mengejar OPM atau apalah di Kampung Alguru Kenyam Nduga, karena yang jadi korban adalah warga kampung tak berdosa serta membuat warga ketakutan,’’tandas Aktivis Angkatan Muda Kingmi Nason Utty Rabu 18 Juli di Jayapura.

Lanjut Nason, kekerasan dengan mengerahkan segala kekuatan persenjataan serta melakukan penyisiran di Kampung-kampung sangat tidak mengharagai nilai-nilain kemanusiaan. “Aparat keamanan melakukan serangan dari udara, karena menduga Kampung Alguru sebagai Markas OPM, padahal Bupati Nduga Yarius Gwijangge sudah melarang. Akibatnya masyarakat takut dan mengungsi karena situasi yang mencekam,’’ungkap Nason.

Untuk itu, kata Nason, Angkatan Muda Gereja Kingmi Papua meminta aparat keamanan menghentikan tindakan represif di Nduga. “Ini penting segera dilakukan, agar tidak terjadi krisis dan trauma yang berkepanjangan,’’tukasnya.

Nason juga meminta aparat keamanan jangan memanupulasi keadaan yang sebenarnya di Alguru Kenyam Nduga melalui media. “Jangan gunakan media untuk mengcounter berita aksi kekerasan di Alguru tidak benar adanya,’’kata dia.

Akibat aksi tersebut, kata Nason, sesuai data yang diperoleh pihaknya, saat ini banyak warga Nduga yang mengungsi ke Kabupatena Lany Jaya, Asmat dan Wamena. “Sejauh ini sesuai laporan yang kami terima sudah 3 warga tewas akibat aksi aparat keamanan, dan banyak juga warga yang mengungsi ke hutan hidup dalam  kondisi kelaparan serta rentan terjangkit penyakit,’’terangnya.

Juru Bicara OPM Sebby Sambon mengatakan, 2 personil Tentara Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka gugur dalam aksi pengerahan kekuatan senjata di Alguru oleh aparat keamanan Indonesia. “Dua personil yang tewas atas nama Prekianus Operasi Kogoya Pangkat Letkol Kolonel dan jabatan komadan Pleton, Yenkias Ubruangge panngkat Letkol Letnan Kolonell jabatan Komadan seksi,’’ungkapnya.

Keduanya, kata Sebby Sambon tewas saat Markas TPNPB di Alguru ditembaki aparat keamanan.

Mereka Berdua di Serang Bom udara Yang telah ditembaki oleh Aparat Keamanan Indonesia Di Markas TPNPB Alguru. “KepadaBangsa Papua dan juga kepada  semua Organisasi perjuangan, juga kepada mendukung Papua Merdeka di Seluruh Dunia, Kami telah mengalami kehilangan dua prajurit terbaik kami, akibat serangan udara oleh aparat keamanan Indonesia,’’jelasnya.

Meski kehilangan 2 prajuritnya, OPM menyampaikan tidak akan mundur, namun akan tetap setia dan berjuang terus, sampai Papua Merdeka penuh dari tangan penjajah Indonesia.’’Masih ada 1000 prajurit OPM  yang siap menghadapi beribu-ribu personil  pasukan TNI/POLRI,’’tegasnya. (KaTe)

 

 

banner
Bagikan :

News Feed