oleh

Demo di Parlemen Papua, Massa Kecam Aksi Aparat di Nduga

banner

Jayapura, Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Ratapan Kemanusiaan untuk Nduga menggelar aksi demontrasi di Gedung DPR Papua Jalan Samratulangi Jayapura, Kamis 19 Juli. Massa mengecam aksi kekerasan dan pendudukan yang dilakukan aparat keamanan dengan alasan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat Organisasi Papua Merdeka, yang menimbulkan keresahan dan ketakutan warga, yang berbuntut adanya pengungsian warga ke sejumlah kabupaten.

Puluhan massa dalam aksi demonya membawa sejumlah spanduk dan poster berisi kalimat keprihatinan terhadap kondisi Kabupaten Nduga lebih khusu Kmapung Alguru Kenyam.

Massa yang berasal dari perwakilan mahasiswa, aktivis, tokoh agama dan pegiat kemanusiaan secara bergantian menyampaikan orasi yang intinya mendesak agar aparat TNI-Polri segera ditarik dari Nduga. Massa juga meminta agar Presisen Joko Widodo segera menyelesaikan permasalahan pelanggaran HAM yakni peristiwa Paniai berdarah, Wamena, dan berbagai pelanggaran HAM berat lainnya, termasuk Nduga.

Salah satu perwakilan massa dari mahasiswa, Herdinas Wanimbo dalam orasinya mengatakan, pelanggaran HAM yang terus menerus terjadi di Papua, hanya menimbulkan trauma yang mendalam serta ketakutan orang Ppaua di Tanahnya sendiri. ”Solusi yang terbaik untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM di Papua adalah memberikan hak untuk Merdeka bagi bangsa Papua, karena Pemerintah selalu beralasan, setiap masalah pelanggaran HAM  penyelesaiannya menganut sistem pembuktian namun di tengah jalan, barang buktinya dihilangkan, sistem ini menghancurkan bangsa Papua,”ucap Herdinas.

Kepala suku Mee Wilayah Nduga, Raimondus Mote dalam orasinya mempertanyakan tanggungjawab Polri dan TNI pasca penegakan hukum terhadap TPNPB-OPM di Distrik Kenyam.  “Aparat Kemanan harusnya bertanggung jawab atas aksi penyerangan Kampung Alguru,’’tegasnya.

Remes Ubruangge yang merupakan koordinator aksi puluhan massat menyebutkan, ada dua korban tewas tertembak dari pihak TPNPB-OPM dalam penegakan hukum oleh aparat gabungan Polri-TNI di kampung Alguru, Nduga, yang membuat masyarakat trauma, tapi  ironisnya, aparat keamanan tidak mengkomunikasikan baik dengan pemerintah, agar masyarakat diungsikan sebelum melakukan tindakan hukum.

 

“Masyarakat tak berdosa diusir dari kampung mereka. Padahal  Tuhan yang tempatkan mereka di sana dengan makanan dan buah-buahan tetapi dterpaksa mengungsi. Indonesia ini licik terhadap Papua, selalu dibilang OPM karena tampilan rambut kami keritingi. Nduga bukan daerah operasi militer,” tandas Ramses.

Massa lantas menyampaikan tuntutannya atas peristiwa yang terjadi di Nduga secara tertulis kepada DPRP.  Ketua DPRP Yunus Wonda didampingi anggotanya yakni Nason Utti, Ruben Magai, Laurenzus Kadepa, Elvis Tabuni,Gerson Soma, Emus Gwijangge dan Yohanes Romsumbre kemudian meneriam aspires tertulis massa disaksikan Perwakilan Komnas HAM RI Sandriyati Moniaga.

Setelah tuntutan tertukisnya diterima, Massa pun membubarkan diri dan pulang meninggalkan DPR Papua. (Bram)

banner
Bagikan :

News Feed