oleh

Kunjungi Papua, Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur dan Kesiapan PON

Jayapura, Komisi V DPR RI mengunjungi Papua, Selasa 31 Juli. Dalam kunjungan kerja komisi yang membidangi infrastruktur dan Perhubungan itu, meninjau sejumlah lokasi yakni Stadioan Utama PON Papua tahun 2020 di Kampung Harapan Sentani dan Jembatan Holtekamp Jayapura.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis  mengatakan, kunjungan kerja ke Papua untuk melihat sejauh mana proses pembangunan Jalan Trans Papua, Stadion Utama PON dan jembatan Holtekamp yang akan menjadi ikon Kota Jayapura. “Ada 4 hal yang menjadi perhatian Komisi V dalam kunker kali ini ke Papua, yang intinya Kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangannya,’’kata Francis di sela-sela meninjau Jembatan Holtekamp Jayapura.

Lanjut politisi Partai Gerindra itu, untuk pembangunan Stadion Utama PON Papua, Komisi V DPR RI meminta agar menonjolkan nuansa local dengan memberdayakan pengusaha-pengisaha orang asli Papua. “Bukan hanya dalam pembangunan Stadion memberikan kesempatan kepada orang asli Papua tapi juga Jalan Trans Papua, kalau mereka tak diberi kesempatan mereka hanya akan jadi penonton saja,’’kata Francis.

Untuk lalu lintas di sekitar Stadion Utama PON, sambungnya, sejak dini haru dipikirkan rekayasanya, agar saat perhelatan tidak terjadi kemacetan, karena peserta yang hadir mencapai puluhan ribu. “Harus dipikirkan terkait rekaya-rekaya lalu lintas saat pelaksanaan PON, karena nantinya Stadion akan menampung sekitar 40 ribuan peserta,’’terangnya.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah pembangunan Wisma Atlet di sekitar lokasi Stadion Utama PON. “Pembebasan lahan harus menjadi prioritas untuk dituntaskan, agar pembangunan Wisma Atlet bisa segera dilaksanakan,’’tuturnya.

Akses jalan menuju perbatasan RI_Papua Nugini juga masuk dalam monitoring Komisi V DPR RI. “Akses ke Perbatasan antar Negara juga jadi perhatian kami, karena dengan akses yang baik tentu akan bisa meningkatkan ekonomi rakyat,’’tuturnya.

Terkait pembangunan Jembatan Holtekamp, Komisi V DPR RI berharap agar bisa dituntaskan dan difungsikan tahun ini, agar akses dari dan menuju Jayapura semakin lancer dan cepat. ‘’Jembatan Holtekamp selain mempermudah akses juga bisa menjadi lokasi wisata, sehingga kami harap tahun ini sudah bisa difungsikan,’’harapnya.

Terkait apakah ada penambahan alokasi anggaran untuk pembangunan Stadion Utama PON Papua, Komisi V akan lebih dulu menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Papua guna membahas apa saja yang menjadi kendala dalam proses pembangunan. “Kami akan bertemu dulu dengan pemerintah Provinsi Papua, untuk mengetahui apa saja yang masih dibutuhkan dalam proses pembangunan sarana prasaran, venue PON Papua,’’terangnya.

Mengeani adanya gangguan keamanan dalam proses pembangunan Jalan dan jembatan Trans Papua, juga menjadi perhatian Komisi V DPR RI. “Kami kesini untuk pastikan semua proses pembangunan berjalan baik, kalau ada kendala teknis seperti masalah keamanan tentu hal itu menjadi PR bagi Kementrian PU,’’tegasnya.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah XVIII Papua, Oesman H Marbun mengatakan, pembangunan Jembatan Holtekamp sepanjang 150 meter akan selesai dan bisa difungsikan pada akhir tahun 2018. “Akhir tahun ini Jembatan holtekamp sudah tersambung dan bisa difungsikan, bahkanjalan pendukung yakni 7,5 KM kea arah Holtekamp dan 2,4 KM arah Hamadi juga siap difungsikan,’’jelasnya.

Yang jelas, kata Oesman, anggaran untu penuntasan pembanguan Jembatan Holtekamp maupun jalan pendukungnya sudah tersedia. ‘’Alokasi anggaran hingga tuntas dan bisa difungsikan sudah ready,’’tutupnya. (bram)

 

 

 

Bagikan :

News Feed