oleh

Pembangunan Venue dan Sarana Pendukung PON Papua, Masih Butuh Atensi Pemerintah Pusat

Jayapura, Pembangunan infrastruktur berupa Venue serta sarana prasarana pendukung perhelatan PON XX di Papua tahun 2020 terus gencar dilaksanakan. Bahkan pembangunan Stadion Utama PON di Kampung Harapan Sentani Jayapura sudah mencapai 60 persen. Namun pemerintah Provinsi Papua mengaku ada sejumlah kendala yang dihadapi antara lain, masih kekurangan anggaran pembiayaan. Untuk itu, perhatian pemerintah masih sangat dibutuhkan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Yusup Yambe Yabdi

‘’Ada Kendala kami dalam proses pembangunan Venue PON, salah satunya masalah anggaran atau pembiayaan yang selama ini menggunakan APBD, padahal untuk pembanguanan Stadion Utama PON butuh pembiayaan yang harus dibayar secara cash,’’ujar Yusup Yambe Yabdi, Rabu 1 Agustus di sela-sela kunjungan Komisi V DPR RI Bidang Infrastruktur dan Perhubungan ke Stadioan Utama PON Papua.

Memang Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Dukungan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua, sudah memberikan bantuan untuk pembangunan awal Stadion sebesar Rp1 trilun 50 Millar, tapi untuk penyelesaian Stadion serta pembangunan wisma atlet masih membutuhkan pembiayaan yang lumayan besar. ‘’Masih butuh pembiayaan triluan rupiah lagi, terutama untuk membangun wisma atlet dan saran prasaran lainnya,’’ujar Yusup.

Untuk itu, sambungnya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kementrian terkait seperti Bappenas, Menteri keuangan dan Menteri dlaam Negeri. “Bagaimana agar dapat tambahan anggaran, kami akan terus membangun komunikasi dengan kementrian terkait,’’ucapnya.

Yusup Yambe mengapresiasi kunjungan Komisi V DPR RI yang meninjau langsung proses pembangunan Stadion Utama PON serta sarana prasarana pendukung lainnya. “Kunjungan Komisi V DPR RI sangat strategis dan memberi penguatan, karena merupakan mitra pembangunan sarana infrastruktur Veneu serta sarana pendukung lainnya seperti dukungan air bersih, jalan dan perhubungan,’’ungkap Yusup.

Yusup juga mengungkapkan, saat ini lahan untuk lokasi pembangunan wisma atlet sudah tersedia. “Sudah ada lahannya, saat ini pihak Kementrian Kehutana sedang meninjau untuk selanjutnya memberikan penilaian status hutan yang ada di dalama lahan itu. Setelah itu akan dikeluarkan rekomendasi yang kemudian dijadikan rujukan oleh BPN dalam menerbitkan sertifikat setelah pembayaran pelepasan lahan lunas,’’terangnya.

Terkait rekayasa jalan saat perhelatan PON berlangsung, tambah Yusup, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkkait. “Kami tidak mau semua serba dadakan, jadi jauh hari sudah dipikirkan dan dipersiapkan termasuk rekayasa jalan,’’ungkapnya.

Yang jelas, proses pembanguna  Venue PON dan sarana prasarana pendukung lainnya akan terus berjalan. “Kami optimis sesuai tenggat waktu, seluruh Veneu dan sarana pendukung lain sudah selesai,’’tukas Yuspu penuh optimisme. (Bram)

 

 

Bagikan :

News Feed