oleh

Motif Pegawai BPK Dibunuh, Pelaku Ingin Miliki Drone

Jayapura-Kasus penikaman yang dilakukan oleh DT (21) hingga berbuntut tewasnya Ajid Sujana (34), pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang terjadi pada Selasa 31 Juni sekitar pukul 18.00 WIT di kosan teman korban tepatnya di Perumahan Melati Kotaraja, Kota Jayapura, akhirnya terungkap.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas melalui Kapolsek Abepura AKP Dionisius VDP. Helan saat dikonfirmasi Kawattimur, Kamis 2 Agustus 2018, mengungkapkan, kasus tersebut adalah murni tindak pidana pembunuhan, dimana pelaku menurut hasil penyelidikan kepolisian, selama ini hanya ingin melakukan pencurian Drone milik tetangga kosnya yang juga adalah teman korban.

“Peristiwa ini terjadi saat Ajid (korban -red) datang ke rumah kost milik temannya dengan tujuan mengambil Drone. Sebelumnya mereka sudah komunikasi. Jadi TKP bukan kost korban, melainkan kosan temannya yang sama-sama PNS di BPK,” ungkap Dion.

Lanjutnya, ini merupakan peristiwa yang tak diduga terjadi, dimana ketika korban masuk kedalam kosan tersebut, pelaku sudah berada di dalam kamar kosan dengan maksud mencuri.

“Saat masuk, korban dan pelaku sama-sama kaget. Lalu korban (menurut pengakuan pelaku) teriak pencuri sebanyak dua kali. Karena pelaku panik, lalu mengambil pisau yang ada di dalam kosan tersebut dan menikam dada korban sebanyak tiga kali, dan tiga kali luka sayat di bagian tangan korban,” tuturnya.

Dikatakan, korban sempat berusaha melawan pelaku, namun tiba-tiba jatuh di lorong akibat kehabisan darah.

Setelah 15 menit pengejaran yang dilakukan anggota kepolisian berdasarkan informasi dari warga setempat, kemudian menemukan pelaku dalam posisi bersembunyi di balik kasur di dalam kosannya, yang juga satu deretan dengan kosan korban. Polisi memukan barang bukti pisau yang digunakan pelaku serta bercak darah di kaos yang digunakannya saat kejdian.

“Sejauh ini sudah ada lima saksi yang kita mintai keterangannya yakni pemilik kosan, tetangga yang mendengar teriakan minta tolong, teman korban yang sedang menunggunya di dalam mobil serta pengemudi mobil itu yang juga adalah teman korban saat mengantarnya ke kosan tersebut,” jelasnya.

Dion mengakatan, bahwa seluruh unsur  dalam kasus ini sudah terpenuhi, baik dari pengakuan korban, keterangan dari lima saksi, serta barang bukti yang ditemukan dan juga kondisi pelaku saat ditangkap.

Tersangka DT saat ini berada di sel tahanan Mapolsek Abepura. Atas Perbuatannya, pelaku ditersangkakan dengan Pasal 365 ayat 3 tentang Pencurian dengan Kekerasan, subsider Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang mengakibatkan hilangna nyawa orang dengan ancaman 15 tahun penjara. (PT)

Bagikan :

News Feed