oleh

OJK : Penyaluran KUR Masih On The Track

Jayapura-Agar lebih menarik dalam penyalurannya, Pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari sebelumnya sebesar 9 persen, menjadi 7 persen di tahun ini. Produk tersebut juga, tidak lagi dibatasi oleh sektor tertentu saja, sehingga perbankan tidak lagi kesulitan dalam menyalurkannya, khususnya terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu mengungkapkan, sejak suku bunga KUR itu telah diturunkan oleh pemerintah, penyerapan produk itu oleh perbankan mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, dimana hingga posisi Juni 2018 penyaluran KUR di papua telah mencapai Rp703.630 miliar dari total target Rp1,1 triliun atau telah mencapai 59 persen.
“Capain itu lebih baik dari Papua Barat, di mana target provinsi tersebut sebesar Rp827,270 miliar, akan tetapi baru tercapai Rp263,207 juta atau 32 persen dari total target. Jika kita melihat kondisi ini, berarti pertumbuhan produk ini masih on the track. Hanya saja memang, di Papua Barat sosialisasi akan produk ini masih sangat kurang, sehingga dalam penyalurannya juga belum berjalan maksimal,” ungkap Misran baru-baru ini.
Untuk lebih meningkatkan lagi penyaluran produk itu di Papua dan Papua Barat, Dikatakan Misran, di semester kedua ini pihaknya akan lebih memfokuskan lagi melakukan sosialisasi dan monitoring di kedua provinsi tersebut. Adapun langkah dan upaya yang akan dilakukan OJK adalah, pihaknya bersama dinas terkait akan turun langsung untuk melihat situasi dan kondisi yang ada di lapangan.
“Selain kita akan turun ke lapangan, OJK juga telah meminta laporan dari para dinas-dinas terkait, akan beberapa kelompok binaannya untuk bisa segera dilakukan koordinasi dengan para pihak perbankan, agar kelompok binaan itu juga bisa mendapat dan merasakan manfaat daripada produk KUR itu sendiri,” jelas Misran. (gri)

Bagikan :

News Feed