oleh

Pelindo : Potensi Kopi Papua Kualitas Ekspor

Jayapura- Sebagai salah satu perusahaan BUMN di Provinsi Papua, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV cabang Jayapura saat ini telah berkomitmen untuk bisa memfasilitasi para pengusaha kopi papua, untuk melakukan ekspansi usahanya ke luar papua, dengan harapan nama dan produk kopi tersebut bisa dikenal luas di mata dunia.
General Manager PT Pelindo IV cabang Jayapura, Muhajir Djurumiah mengatakan, bentuk dukungan tersebut dilakukan agar para pengusaha kopi papua itu, khususnya bagi mereka yang masih bergerak di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) semakin bersemangat lagi dalam mengembangkan hasil usahanya, sehingga bisa bersaing dengan kopi dari provinsi lain di luar papua bahkan hingga ke manca negara, karena Kopi Papu itu, punya potensi untuk di lakukan kegiatan ekspor.
“Selain pelabuhan kita saat ini sudah siap melakukan aktivitas ekspor, kami dari Pelindo IV juga siap memfasilitasi para pengusaha UMKM yang ada di papua ini untuk mempertemukan mereka antara penjual dan pembeli, sehingga mereka juga bisa berinteraksi langsung untuk mempromosikan hasilnya yang selanjutnya melakuan aktivitas dagang,” ujar Muhajir saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/8).
Dikatakan Muhajir, didukungan itu juga dilakukan karena sebagian besar para pengusaha kopi di papua saat ini, sepenuhnya belum mempunyai kualitas bagus (hanya beberapa saja). Dan kopi yang berdaya saing tinggi itu juga, belum banyak yang mengetahui cara memasarkan hasil usaha yang dimilikinya. Hanya saja, untuk bisa melakukan aktivitas ekspor itu, para pengusaha juga perlu menambah volume/jumlah kopi itu sendiri.
“Dengan adanya dukungan ini, kita juga berharap para pengusaha ini tidak lagi kesulitan memasarkan hasil usaha yang mereka miliki. Kalau pembeli itu bisa datang langsung ke tempat kan enak. Selain itu, pembeli juga bisa langsung mendatangi mereka untuk melakukan tawar-menawar harga,” kata Muhajir.
Muhajir mencontohkan, beberapa pengrajin accesoris khas papua seperti Noken, koteka, kaos, tas dan lain sebagainya itu selama ini kurang berjalan karena kurangnya pembeli walaupun selama ini mereka telah di dampingi dan di bina oleh instansi/perbankan tertentu, padahal potensi itu sangat banyak ditemui di papua ini. (gri)

Bagikan :

News Feed