oleh

Aktivitas Ekspor Pelabuhan Jayapura Menurun

Jayapura–Aktivitas ekspor di Pelabuhan Jayapura untuk tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.  Bila tahun sebelumnya setiap bulan aktivitas ekspor berkisar 30 Teu (Satuan kapasitas kargo mendeskripsikan kapasitas kapal peti kemas dan terminal peti kemas), tahun ini menurun menjadi 25 Teu perbulannya.  Hal itu diungkapan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo IV) cabang Jayapura, Muhajir Djurumiah.

“Penurunan aktivitas ekspor itu disebabkan karena beberapa pengusaha kayu yang ada, hingga saat ini masih terkendala terkait dengan hal perizinan (ilegal). Karena sebagian besar para pelaku ekspor dari Papuah di dominasi oleh pengusaha kayu,”ujarnya. .

Selain itu, para pengusaha kayu itu juga masih banyak yang melakukan pengiriman hanya sebatas domestik saja. Hal ini, menurut kita sangat di sayangkan karena di Papua ini kita telah memiliki pabrik pengolahan kayu itu. Artinya ketika kayu tersebut di olah di papua ini, maka harga yang di dapat  juga akan jauh lebih tinggi, karena harga jual yang di dapat bukan dalam bentuk Rupiah (Rp) akan tetapi dalam bentuk Dollar ($). Hal itu juga tentu akan menambah PAD pemerintah setempat.

Ia berharap, kedepan para pengusaha ekspor itu, secara bertahap sudah harus mulai melakukan ekspansi terhadap beberapa produk lainnya (selain daripada produk kayu). Seperti Ikan Tuna yang juga bisa dilakukan aktivitas ekspor. Namun  produk itu masih sangat minim dan industri olahan ikan itu juga belum tersedia di papua ini.

“Kami sudah pernah mengirimkan contoh Ikan Tuna dari Jayapura ini ke Tiongkok, dan ternyata memang, produk itu belum bisa memenuhi standar yang ada, karena masih kurangnya penanganan akan ikan itu sendiri. Hal ini kita harapkan perlu adanya dorongan dan dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk bisa menyediakan kapal yang layak, sehingga kualitas dan harga ikan itu juga bisa bersaing,” jelas Muhajir.

Terkait hal itu, dikatakan Muhajir, pihaknya juga sudah sering melakukan koordinasi dengan Pemprov Papua, hanya saja memang volume akan Ikan Tuna itu belum bisa memenuhi kuota ekspor. Hal itu juga diharapkan kepada Pemprov untuk bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar fasilitas pendukung akan produk Ikan Tuna itu bisa dibangun di Papua ini.

“Kami  siap melakukan konektivitas antara satu pelabuhan ke pelabuhan yang lainnya guna menciptakan dan menumbuhkan kegiatan ekspor dari Tanah Papua ini. Sehingga setiap pelayaran besar itu, tidak perlu lagi harus datang ke papua ini, kami lah yang akan melakukan pengiriman dimana kapal itu berada, hal ini juga diharapkan akan bisa menurunkan disparitas harga di papua ini,”tandasnya. (Gri)

Bagikan :

News Feed