oleh

Pertumbuhan BRI KUR Meningkat

Jayapura-Pertumbuhan penyaluran produk Kredit Usaha Rakyat Bank BRI pada periode semester pertama 2018, menunjukkan pertumbuhan yang positif atau meningkat, jika di bandingkan dengan semester sebelumnya. Pertumbuhanektor retail sekitar Rp10 miliar, sementara Mikro bertumbuh sekitar Rp12 miliar. Sehingga  total KUR yang telah disalurkan oleh BRI cabang Jayapura (retail dan mikro) selama semester awal tahun ini, kurang lebih telah mencapai Rp28 miliar.

Kepala BRI Cabang Jayapura, Hendry Manalu mengatakan, total pertumbuhan tersebut belum termasuk total penyalurannya hingga semester pertama lalu, hal itu telah mencapai angka diatas Rp30 miliar. Karena produk ini juga dibatasi oleh kualisifikasi tertentu, maka penyalurannya juga masih sebatas para pengusaha yang sifatnya belum pernah memiliki pinjaman komersil.

“Saat ini memang ada dua sektor utama yang kita lakukan penyaluran KUR ini di Kota Jayapura dan sekitarnya, diantaranya sektor perdagangan dan jasa (kontsruksi dan pegadaan barang). Dan 70 persen diantaranya masih di dominasi oleh sektor perdagangan dalam bentuk produk retail,” kata Hendry Manalu di Jayapura, Kamis 9 Agustus.

Lanjut Hendry, hingga saat ini sektor yang paling berkembang khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya masih sangat di dominasi pada sektor pedagangan, yang mana sektor itu juga masih di dominasi oleh sektor barang jadi yang sifatnya telah siap pakai. Akan tetapi karena cabang tersebut juga dalam menyalurkan KUR itu meliputi usaha UMKM, maka pihaknya juga dituntut harus mengembangkan sektor kelautan.

“Kami juga telah banyak membiayai KUR ini di beberapa daerah pesisir untuk para nelayan. Dan walaupun pemerintah telah menetapkan para nelayan ini harus memiliki kartu nelayan, akan tetapi hal itu tidak menjadi patokan untuk BRI bisa menyalurkan produk ini kepada para nelayan tersebut. Artinya walaupun para nelayan itu telah atau belum memiliki kartu nelayan, kita wajib dan harus tetap menyalurkannya, hanya saja kita juga perlu melihat kelayakannya,” ungkapnya.

Otoritas Jasa Keuangan juga sebelumnya telah meminta kepada para dinas terkait untuk para kelompok binaannya bisa segera dilakukan pelaporan kepada para pihak perbankan untuk bisa menerima dan manfaat akan produk KUR ini. Hal itu, menurut Henry, hingga saat ini pihaknya masih sangat minim melakukan pembiayaan terhadap para kelompok binaan dinas tersebut, karena sifatnya lebih berisiko jika dibandingkan dengan perorangan yang sifatnya bisa dikatakan lebih bertanggung jawab dalam hal melakukan pembayaran. (gri)

Bagikan :

News Feed