oleh

Anak Tukang Mie Ayam Lolos Polisi, Bukti Seleksi Penerimaan Bersih

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Agustus 2018, Muhammad Himawan Joko Prasojo (20) akhirnya dinyatakan lulus dan masuk bintara setelah penentuan tahap akhir (pantokhir) tingkat nasional yang dilaksanakan di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua dan pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2018 bertempat di lapangan SPN Polda Papua Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH membuka secara resmi Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun 2018 Polda Papua.

Kegembiraan tentu saja terpancar di wajah Himawan. Dia seolah tak percaya bisa lulus di Bintara Polri setelah beberapa kali usaha dan sudah pernah mengikuti tes ke 2 kali namun gugur di pantokhir” dia tidak menyerah untk mencoba kembali untuk yang ke 3 kali dan akhirnya membuahkan hasil “Alhamdulillah bisa lulus. Ini berkat semua pihak dan Himawan mengucapkan terimakasih kepada Kepolisian khususnya Polda Papua.

Lalu, siapa sebenarnya himawan?. Ternyata himawan adalah anak seorang tukang mie ayam Orang tuanya suradi seorang tukang mie ayam begitu terharunya setelah mendengar himawan dinyatakan lulus tanpa menggunakan uang sama sekali, awalnya tidak percaya klu masuk polisi tidak bayar, dan di pungut biaya sepersenpun seperti kata orang-orang “masuk polisi harus mempunyai uang banyak agar bisa jadi anggota polri”, tapi trnyata “salah” pengetahuan tentang masyarakat.

Saya sebagai orang tua hanya bisa mendoakan dan memberi semangat, karna kalau untuk materi kami masih kekurangan, namun berkat tekat, doa dan kerja keras, “Alhamdulilah apa yang dicita citakan anak saya akhirnya terwujud. Terimakasih kepada kepolisian yang sudah menerimakan anak saya. Saya mau ucapkan terimakasih namun ke siapa saya bingung. Jujur saya tidak menyangka,” kata Suradi.

Dia berharap dengan anaknya diterima menjadi polisi nantinya bisa mengabdi untuk negara.“Tentu dengan ini keluarga senang. Itu dia anak yang rajin memang. Itu anak ke 2 saya dari 4 bersaudara,” kata dia.

Meski orangtuanya seorang tukang mie ayam, mawan mengaku tidak minder.“Saya ingin berjuang terus wujudkan cita cita,” kata dia.

Ibunya Tuni, mengaku sangat bersyukur.“Alhamdulilah alhamdulilah, pokoknya luar biasa tak menyangka. Kalau ikut Bintara Polri adalah keinginan dia sejak dari SMP. Saya mendukung saja cita cita dia,” kata dia.  Ini juga membuktikan seleksi penerimaan calon siswa bintara Polri kian bersih dari praktek KKN.(br)

Bagikan :

News Feed