oleh

Stop Penambangan Emas Ilegal di Korowai

Boy Rafli: Kita Hentikan Penambangan Liar Ini!

Jayapura, – Pejabat Gubernur Papua Mayjend TNI (Purn) Soedarmo bersama Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George E.Supit, akhirnya meninjau sekaligus menghentikan aktifitas penambangan emas ilegal yang beroperasi secara liar di Korowai, Kabupaten Mappi, Jumat 10 Agustus 2018. Gubernur juga mengajak Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Pendeta Lipiyus Biniluk, Forkopimda Papua serta legislator DPR Papua Boy Markus Dawir untuk bersama-sama melakukan penghentian tambang tersebut.

Peninjauan ini dilakukan pasca beredarnya surat terbuka dari Pendeta Trevor Johnson pada Senin 6 Agustus lalu kepada Pejabat Gubernur Papua, Soedarmo, terkait adanya katifitas penambangan liar di wilayah hulu dari Danowage, Korowai.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Pol Boy Rafli amar disela peninjauan tersebut, mengakui bahwa memang aktifitas penambangan emas itu beroperasi secara ilegal, dan berjalan secara sporadis oleh masyarakat dari beberapa daerah Kabupaten Boven Digoel. Pihak kepolisian telah mengamankan dua unit helikopter yang diduga digunakan mengangkut para pekerja tambang oleh oknum dibalik penambangan yang masih diselidiki identitasnya.

Kapolda Papua menyebutkan, ada sekitar tiga sampai empat titik lokasi penambangan yang dibuat oleh masyarakat, dengan memasang tenda-tenda di sekitarnya.

“Soal indikasi bahwa aktifitas penambangan dikatakan ada yang mengkoordinir, kita tengah lakukan pemeriksaan dengan cara turun langsung ke lokasi. Sudah ada empat orang yang sedang kita periksa untuk mengungkap dalang dibalik tambang ini. Kita akan lakukan penutupan total terhadap aktifitas mereka,” tegas Boy Rafli dari lokasi tambang di Korowai saat dihubungi Kawattimur dari Kota Jayapura, Jumat 10 agustus malam.

Belum bisa dipastikan asal para penambang tersebut. Namun Boy Rafli menyebutkan, sebagian besar para penambang liar itu berasal dari Boven Digoel dan Dekai. Diperkirakan aktifitas penambangan tetsebut baru berjalan sekitar tiga bulan terakhir ini.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap empat saksi di lokasi, Kapolda  mengatakan, bahwa ada yang diduga mengkoordinir aktifitas  penambangan ilegal itu. “Kita sedang periksa empat orang yang menambang ini untuk mendapatkan informasi siapa dibalik penambangan itu,” terangnya.

“Jadi skema awal penambangan ini dimulai dimana orang yang berkelompok dari berbagai daerah, mendatangi lokasi tersebut dan melakukan penggalian hingga menemukan emas,” lanjutnya.

Boy Rafli menegaskan, bahwa hingga saat ini belum ditemukan keterlibatan oknum anggota kepolisian atau pun aparat TNI dalam aktifitas penambangan liar tersebut. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap aktifitas penambangan yang berakibat pengrusakan hutan dan lingkungan hidup, bahkan mengancam sendi-sendi keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang berada di sekitarnya. Terlebih, mengakibatkan kerugian negara atas tambang liar tersebut. (Hara)

Bagikan :

News Feed