oleh

Kondisi Pesawat Dimonim Hancur, Satu dari Sembilan Penumpang Selamat

Jayapura, – Satu dari sembilan penumpang Pesawat Dimonim Air yang ditemukan jatuh di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) pada Minggu 12 Agustus pagi, dinyatakan selamat, yakni Jumaidi (12 tahun).

Hal ini diungkapkan Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Michael Mumbunan, Minggu 12 Agustus siang. Kata Kapolres, Jumaidi kini sedang dijemput melalui jalur darat dari lokasi jatuhnya pesawat untuk dibawah ke Rumah Sakit Oksibil guna mendapatkan pertolongan medis.

“Anak itu (Jumaidi -red) mengalami patah tangan, sedangkan 8 penumpang lainnya meninggal dunia,” ungkap Michael melalui telfon selulernya, Minggu siang.

Jumaidi (12 tahun), satu dari sembilan penumpang Dimonim Air yang selamat.

Senada dengan yang disampaikan Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Ahmad Musthofa Kamal, Minggu siang. Kata dia, saat ini proses evakuasi Pilot, Co pilot serta penumpang dari pesawat milik PT. Martha Buana Abaadi PK – HVQ TIPE PAC 750XL dengan rute penerbangan dari Bandara Tanah Merah-Bandara Oksibil sedang berlangsung dengan menggunakan jalur darat.

“Korban yang selamat tersebut kemudian di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oksibil melalui jalan darat oleh Tim Gabungan sedangkan korban yang Meninggal Dunia dalam proses evakuasi,” terangnya.

“Jika cuaca di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang memungkinkan atau mendukung, rencananya kesembilan korban tersebut akan di terbangkan ke Jayapura dan selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk di Otopsi guna mengetahui identitas korban sedangkan yang selamat akan dilakukan perawatan medis lanjutan,” lanjut Kamal lagi.

sebelumnya, Staf Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Perwakilan Papua Norbert Tunjanan di Jayapura, Minggu 12 Agustus pagi menjelaskan, tim pencarian menggunakan pesawat Dimonim Air jenis Karavan untuk menemukan titik lokasi pesawat tersebut pada pukul 06.15 WIT. “Mereka menemukan pesawat pada ketinggian 6.500 kaki. Dari laporan pesawat, kondisi badan pesawat hancur lebur,” terangnya.

Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang hilang kontak pada Sabtu 11 Agustus siang. Pegunungan Papua Tengah memiliki tofografi serta cuaca ektrem.

Diketahui, pada Sabtu 11 Agustus 2018 pukul 13.50 Wit, Pesawat Dimonim Air PK-HVQ terbang dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menuju Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. Pilot pesawat tersebut sempat melakukan kontak komunikasi dengan pihak Tower Bandara Oksibil pada pukul 14.17 WIT.

Keterangan dari pihak Tower Bandara Oksibil, bahwa Pesawat Dimonim Air seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pada Pukul 14.30 WIT, namun pesawat hilang kotak.

Sementara nama-nama yang dinyatakan meninggal dunia yakni Lessie (Pilot), Wayan Sugiarta (Co Pilot) dan penumpang Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin dan Naimus.

Adapun tim yang melakukan evakuasi kata Michael sebanyak 80 orang, terdiri dari Anggota Polres Pegunungan Bintang, Brimob, TNI, Tim SAR, dan masyarakat setempat.

Keberadaan jatuhnya pesawat tersebut diketahui dari seorang warga bernama Leo Kakyarmabin, yang melaporkan kepada anggota TNI-AD di Pos Oksibil, bahwa dirinya pada Sabtu sekitar pukul 15.40 WIT, melihat sebuah pesawat melintas di atas Gunung Menuk, Kampung Okatem, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Tak lama kemudian ia mendengar suara ledakan dan gemuruh dari atas Gunung Menuk. (hara)

Bagikan :

News Feed