oleh

Kampus Uncen Papua Diduga disusupi Aksi Separatis

banner

Jayapura, Kampus Perguruan Tinggi Negeri Universitas Cenderawasih di Jayapura diduga disusupi aksi kelompok separatis. Mereka diduga mendoktrin  para mahasiswa baru untuk menggunakan atribut separatis Papua Merdeka dan tidak menyanyikan Indonesia Raya selama pelaksanaan Ospek.

Hendrik Yance Udam Ketua Rakyat Cinta NKRI sangat menyayangkan Kampus Uncen disusupi aksi separatis yang mengancam disintegrasi bangsa. “Jelas Uncen kebobolan bisa dimasuki kelompok separatis,mereka dengan bebasnya melancarkan aksinya yakni mendoktrin dan memaksa para mahasiswa untuk memakai simbol seperatis, seperti menggunakan gelang bergambar bintang Kejora,”ujar Hendrik Yance Udam, Selasa 14 Agustus.

Mestinya, lanjut dia, lingkungan kampus harus bersih dar gerakan-gerakan politik apalagi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, karena kampus adalah tempat mencetak sumber daya manusia. “Kampus kan mencetak intelektual-intelektual muda, bukan sebagai ajang kampanye separatis,   yang bertujuan merongrong NKRI,”tegasnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, sangat prihatin dengan kejadian dilingkungan Kampus Uncen saat pelaksanaan Ospek, dimana, ada gerakan separatis yang mengintervensi dan menyebarkan ideologinya. “Ini fenomena baru, kampus dijadikan tempat pemantapan ideology,’’ucapnya.

Ia meminta aparat yang berwenang mengusut dugaan disusupinya kamour Uncen oleh aksi separatis. “Mestinya aparatur Uncen sebagai aparatur sipil Negara bisa memfiletr lingkuang Kampus bebas dari aksi Politik apalagi separatis. Jadi mereka-mereka juga harus diperiksa, kenapa ada pembiaran, se3lain panitia Ospek juga harus bertanggung jawab, ’’tandasnya.

Rektor Uncen Apolo Safanpo tidak menampik adanya gerakan tertentu yang telah menyusup masuk Kampung Uncen. “Kelompok penyusup ini mengharuskan mahasiswa baru yang sedang Ospek membawa atribus bergambar bintang kejora dan menyanyikan yel-yel yang tak sesuai dengan ideology Indonesia,’’ucap kepada sejumlah wartawan Selasa 14 Agustus.

Para kelompok penyusupitu masuk ke 3 fakultas yakni Teknik, MIPA dan FISIP. “Mereka menghadirkan pemateri yang tak jelas lalu menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan Indonesia,’’paparnya.

Menyikapi hal itu, Apolo mengatakan, pihaknya akan memanggil Dekan serta para stafnya dan juga para mahasiswa baru guna dimintai keterangannya terkait hal tersebut. “Kalau memang tindakan yang terjadi adalah tindakan yang menyimpang, maka yang terlibat akan berhadapan dengan pihak berwenang,’’tukasnya.

Mengenai kelompok penyusup, Apolo menyatakan belum mengetahui secara pasti dari kelompok mana. Tapi pihak kampus sudah menerim foto dan video kegiatan mereka terhadap para mahasiswa baru. “Kami belum tahu pasti, yang jelas kampus bukan tempat berpolitik apalagi menyebarkan faham yang bertentangan dengan NKRI, Kampus adalah lembaga pendidikan untuk mencipatkan intelektual muda yang telah dipercaya para orang tua,’’tukasnya.

Sebelumnya video dan gambar para mahasiswa baru tersebar di media social menggunakan atribut seperatis. Bahkan salah satu mahasiswa baru yang namanya enggan disebut mengatakan, mereka di wajibkan penyelenggara Ospek mebeli atribut gelang bergambar bendera bintang kejora. ‘’Satu gelang harganya Rp20 ribu,’’singkat dia.

 

Hendri Yance Udam ketua Rakyat Cinta NKRI, sebagai anak bangsa prihatin sebagai generasi penerus merasa mahasiswa, sesali sikap pembiaran oleh aparatus sipil negara staf siaran, digegerkan fenomena ospek baru, disusupi keompok separatis mengintervensi dan pemantapan ideologi. Tujuan didirikan negara. Uncen dibiaya Republik, Uncen harus bsa memfilter gerakan separatis. Kami bukan merah putih kami papua merdeka. Ini kok bisa terjadi seperti ini. Minta usut aktor yang juga membakar semangat disinyegrasi bangsa. Panggil panitia untuk mempertanggungjawabkan kebanggaan. Lebih tegas kepada dekan. Dua cetak pemimpin kok malah separatis. Uncen segera lakukan

 

 

banner
Bagikan :

News Feed