oleh

Komnas HAM Apresiasi Langkah Polres Tangani Kasus Dugaan Aksi Separartis di Uncen

Jayapura, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua, memberikan apresiasi terhadap langkah Polres Jayapura Kota, dalam menangani kasus dugaan aksi separartis dalam proses PPKMB Fakulas FISIP Universitas Cenderawasih, dengan menggunakan pendekatan soft.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frtis Ramandey, saat dikonfirmasi wartawan terkait dengan langkah Polres Jayapura Kota, saat memintai keterangan Ketua BEM Uncen Feri kombo dan salah satu Panitia PPKMB Fisip Uncen Agus helembo, Kamis 16 Agustus 2018.
“saya pikir polisi melakukan kewenangan dengan baik, , apa yang dilakukan dilingkungan kampus itu dalam pandangan Polisi itu bertentangan dengan prinsip Negara, kita member apresiais kepada polisi dan rektor yang menjemput mereka , dan kedua adik tersebut yakni ketua BEM dan salah satu panita ini sesuatu yang baik,” jelasnya
Ramandey menjelaskan ,Komnas HAM saat mendapat laporan terkait pemeriksaan Ketua BEM Uncen Feri Kombo dan salah satu panita PPKMB Fisip Uncen Agus helembo, langsung mendatangi Polres Jayapura Kota serta melihat dan mendampingi keduanya selama proses pemeriksaan di Mapolres Jayapura Kota.
“Sejak tadi sore (kemarin-red) kami mendapat laporan kalau kemudian ada dua orang di ambil, kami sudah datangi polres dan melihat dua orang ini, mereka diperkakukan baik dan cukup koperatif, dan oleh polres member kesempatan kepada komnas HAM untuk melihat dan mendampingi mereka dan kapolres member jaminan mereka akan pulang malam ini (kemarin-red),” ungkapnya
Komnas HAM diakuinya telah melakukan klarifikasi terkait hal tersebut, dan menurut Komnas HAM penegakan hukum merupakan sesuatu yang penting dan kampus memiliki otonomi di lingkungan kamus, dan bagi Polisi apa yang dilakukan di lingkungan kampus dalam kaitan kasus tersebut adalah sesuatu yang bertentangan dengan prinsip Negara.
“Secara prinsip bahwa sepanjang, polisi tidak melakukan represif yang berlebihan itu sesuatu yang biasa, Komnas HAM telah melakukan klarifikasi, dan apa yang dilakukan oleh Polisi persuasif dan koperatif, lalu prinsipnya penegakan hukum menjadi penting, “ jelasnya.(al)

Bagikan :

News Feed