oleh

Pengprov Sepeda Terkendala Sarana Pembinaan Atlet

JAYAPURA –Kawattimur, Ikatan Sport Sepeda Indonesia Provinsi Papua terkendala peralatan pendukung latihan guna pembinaan para atletnya menuju prestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Pelatih Kepala Sepeda Papua Nanang Srihadi saat di konfirmasi, Jumat, 17 Agustus 2018  mengatakan saat ini atletnya terus intens latihan meskipun peralatan pendukung latihan sepeda terbilang minim, bahkan atlet meminjam dari klub sepeda di Kota Jayapura maupun menggunakan sepeda lama yang seharusnya tidak lagi digunakan, pasalnya spesifikasi sepeda tiap tahun berubah dan semakin berkembang.

“Peralatan sama sekali tidak ada, apalagi bulan depan ada pemusatan terpusat akan digelar. Kami maksimalkan dengan sepeda yang lama, cuma tidak efektif karena teknologi sepeda semakin tinggi. Memang kita latihan dengan peralatan seadanya saja,” ujarnya disela-sela pemeriksaan kesehatan di Labkesda Papua.

Lanjut Nanang, untuk pembinaan atletnya lebih berlatih kepada klubnya masing-masing yang tetap terpantau perkembangan, sekaligus mengikutsertakan dikejuaraan-kejuaraan sepeda diluar Papua guna menambah pengalaman dan jam tanding atletnya.

“Kita ingin maju, meskipun atlet ikut kejuaraan tapi peralatan pendukung latihan sangat dibutuhkan untuk tunjang atlet. Kita punya atlet saat ini ada 27 ikut test kesehatan karena mereka potensi, diharapkan semua pihak PON bisa memperhatikan hal ini, apalagi salah satu pelatih sepeda di Jabar lalu datang ke Papua khusus untuk melatih,” katanya.

Sementara itu Pelatih Sepeda Aep Wawan yang juga pelatih dari PON XIX Jabar lalu ini menilai atlet sepeda di Papua memiliki potensi dan bisa terus berkembang serta berprestasi kedepannya, namun kurang didukung saran prasarana berlatih. Hal itu yang membuat dirinya datang ke Papua untuk melatih para atlet Papua.

“Potensi banyak, tapi harus didukung sarana. Karena sepeda berbeda dengan cabor lain, teknik sepeda bukan hanya genjot tapi yang lainnya juga, apalagi sepeda punya lima nomor semuanya putra putrid,” ujarnya.

Menurutnya pembinaan harus dilakukan sekarang, mengingat nanti di PON 2020 menggunakan batas usia 21 tahun dan cabang olahraga sepeda diperlukan 100 persen power dalam bertanding.
“21 tahun ini usia yang harus lakukan pembinaan dari sekarang, jika terlambat tentu daerah lain lebih meningkat dari kita Papua. Jadi yang kendala peralatan, seperti roller untuk tunjang atlet karena usia itu juga harus arahkan menggunakan sepeda dan itu tidak gampang, apalagi tuan rumah,” tutupnya. (get)

Bagikan :

News Feed