oleh

Wujudkan Infrastruktur Berdaya Saing Dengan Semangat Proklamasi

Jayapura-Kaawattimur, Gelora dan energi Proklamasi harus terus ditanamkan dalam budaya kerja, guna terwujudnya Infrastruktur Indonesia yang memiliki daya saing global. Hal itu ditandaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam sambutannya pada upacara Perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 tahun 2018, yang tepat jatuh pada hari ini Jumat 17 Agutus, di lingkungan Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah 18 Jayapura Papua.

“Pada hari ini, 17 Agustus 2018, kita kembali memperingati Hari Kemerdekaan RI yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta Bapak Bangsa kita, setelah berjuang melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Semangat Proklamasi harus terus kita wujudkan dalam etos kerja demi mewujudkan infrastruktur Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing,” kata Menteri PUPR yang dibacakan Kepala BBPJN 18 Oesman H. Marbun yang juga bertindak sebagai inspektur upcara.

Sejalan dengan tema nasional peringatan Kemerdekaan RI ke- 73 yakni, “Kerja Kita Prestasi Bangsa”, lanjut Menteri, bahwa segala daya upaya yang terbaik yang kita berikan hanyalah untuk kejayaan bangsa, bukan untuk berbangga diri. “Dengan semangat proklamasi kita harus terus berprestasi menghasilkan karya infrastruktur terbaik sesuai amanat yangdipercayakan kepada Kementerian PUPR sebagai bentuk bakti kita kepada negeri yang kita cintai,’’ujarnya.

Selama 4 (empat) tahun Kabinet Kerja berjalan kita telah berupaya menghasilkan karya nyata bagi masyarakat Indonesia melalui pembangunan infrastruktur yang handal dan berkualitas serta memberikan dampak yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

“Tahun 2015 –2018kita telah menyelesaikan 9 bendungan (Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, Teritip, 3 Raknamo dan Tanju), dimana 2 di antaranya diresmikan tahun 2018 oleh Presiden RI, yaitu Bendungan Raknamo di NTT dan Bendungan Tanju di NTB. Pengoperasian ruas-ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera sepanjang 110 km ditahun ini dan hingga akhir tahun 2018 nanti diharapkan sepanjang 648 km jalan tol terbangun. Pembangunan jalan perbatasan di Papua, Kalimantan dan NTT; Penyelesaian 7 PLBN yang dilengkapidengan fasilitas umum pasar, sekolah, kantor pengelola, dan prasarana & sarana umum lainnya,’terang Menteri

Penyelesaian renovasi 33 Venue olahraga menyambut Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, serta pembangunan 2,6 juta unit rumah susun, khusus dan swadaya, termasuk pembiayaan FLPP, dan SBUM.
“Kita juga memberikan perhatian besar dalam pembangunan proyek infrastruktur berbasis masyarakat dalam bentuk program Padat Karya Tunai yang pada tahun 2018 ini akan dapat memberikan lapangan kerja bagi 263.646 orang khususnya di perdesaan,’’ucap Menteri.

Menteri mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran PUPR atas upayanya dalam menyediakan infrastruktur mudik Lebaran 2018 sehingga mudik lebaran tahun ini berjalan lebih aman, nyaman, tertib & efisien dari sisi waktu. “Masyarakat telah memiliki banyak pilihan alternatif ruteseperti Jalur Lintas Selatan Jawa yang sudah lebih baik dan mantap, jalur lintas tengah,serta zero pot hole di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa,’’tandasnya.

Berbagai apresiasi telah diterima oleh Kementerian PUPR atas layanan yang baik ini. Saat ini bangsa Indonesia sedang prihatin dan berduka cita atas bencana gempa bumi yang menimpa saudara saudara kita di Lombok.
‘’Saya instruksikan kepada seluruh eselon 1 terkait untuk mempercepat pelaksanaan tanggap darurat dan proses Recovery pasca gempa Lombok dengan terus meningkatkan jumlah bantuan berupa alat berat serta sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi, bantuan pembangunan rumah dengan teknologi RISHA, serta fasilitas social ekonomilainnya, seperti pasar, rumah sakit & sekolah. Kita akan memasuki triwulan terakhir tahun anggaran 2018,’’tegas Menteri.

Dengan target penyerapan anggaran 94,16% dan progres saat ini mencapai 44%, maka kita harus lebih berupaya keras untuk melakukan percepatan penyelesaian berbagai tugas dan juga memenuhiekspektasi masyarakat akan layanan infrastruktur yang lebih berkualitas.

“Saya juga ingatkan kembali bahwa DIPA yang dikelola adalah amanah, bukan omset, sehingga kita harus berhati-hati dalam menjalankan tugas sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Tugas kita semua tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mengelola infrastruktur dan memastikan pemanfaatannya tepat sasaran,’’pungkas Menteri.

Menteri juga mengingatkan para Kepala Balai adalah infrastructure manager, bukan construction manager. “Untuk itu, kita harus secara cermat dan mampu mengidentifikasi aset yang dimiliki dan mengelola aset tersebut dengan optimal,’’tutur Menteri.

Menteri PUPR melanjutkan, bhawa pihaknya perlu segera bersiap untuk pelaksanaan kegiatan TA 2019 dalam rangka memenuhi target Nawacita, RPJMN 2015-2019, dan Renstra Kementerian PUPR 2015-2019. Sebagian akan mampu kita penuhi dengan bekerja lebih keras,”harapnya.

Padatahun 2019, Kementerian PUPR mendapat amanah untuk mendukung 7 Misi penguatan SDM melalui pembangunan sekolah, perguruan tinggi, madrasah, serta 5 pasar induk regional.
Amanah yang semakin berat mencerminkan kepercayaan & harapan publik yang tinggi atas Kementerian PUPR. Untuk itu, pelaksanaan lelang dini TA 2019 juga perlu kita siapkan dengan matang, yang akan dimulai pada bulan September 2018.

“Saya ingatkan kembali, untuk memacu percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur di perlukan 6 aspek terobosan, perencanaan terpadu serta pemrograman yang matang, sinkron, dan terukur, regulasi dan hukum khususnya untuk pengadaan tanah, penerapan inovasi teknologi dalam pembangunan infrastruktur, skema pembiayaan yang inovatif;, kepemimpinan yang jelas dan tegas serta, koordinasi antar 8 kementerian/lembaga dan dengan pemerintah daerah yang lebih intensif,’’ tandas Menteri.

Dalam mencapai berbagai target di atas, kita harus membekali diri dengan budaya kerja yang berintegritas, profesional, berorientasi misi, visioner, serta memiliki etika akhlakul karimah. Kita juga harus memastikan bahwa seluruh tugas dapat diselesaikan tepat waktu, tepat sasaran, tepat administratif, dan tepat mutu.
“Saya tegaskan kembali perlunya seluruh insan PUPR untuk menjaga citra dan kredibilitas institusi yang telah kita bangun bersama. Dalam beberapa waktu mendatang, Kementerian PUPR akan mengalami alih-generasi. Oleh karenanya, saya tidak akan pernah bosan memotivasi insan muda PUPR untuk mencurahkan berbagai gagasankreatif dan inovatif serta berani berkompetisi secara sehat demi membangun negeri. Generasi muda PUPR harus memiliki karakter
yang kuat, berani, militan dan berjiwa seni,’’harapnya.

Menteri juga mengajak keluarga besar Kementerian PUPR untuk lebih aktif menyebarluaskanhasil pembangunan strategis Kementerian PUPR kepada masyarakat sehingga keberadaan dan kinerja Kementerian PUPR diketahui oleh masyarakat.
“Saya mengingatkan kembali bahwa Tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Saya tegaskan kepada seluruh jajaran PNS Kementerian PUPR untuk tidak ikut berpolitikdalam bentuk apapun. Tugas kita adalah bekerja dan bekerja lebih keras,’’imbuhnya.

Di akhir sambutannya Menteri mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan PUPR atas upaya luar biasa yang didedikasikan untuk membangun dan memberikan ayanan infrastruktur yang lebih baik, lebih cepat,dan lebih berkualitas bagi Negeri tercinta.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing dan melindungi langkah kita semua dalam mewujudkan cita-cita bangsa melalui pembangunan infrastruktur PUPR,’’tutup Menteri.

Kepala Balai Besar pembangunan Jalan Nasional WILAYAH 18, Oesman H. Marbun usai upacara mengatakan, untuk pembangunan Jalan Trans Papua, saat ini sudah mencapai 91 persen. ‘’Target kami, tahun 2019, konektivitas semua ruas jalan sudah tersambung,’’singkat Marbun.

Pembangunan Jalan Trans Papua sepanjang 4325 KM sangat penting bagi masyarakat Papua. karena dengan terbukanya akses jalan Trans Papua, maka diharapkan tingkat kemahalan bisa ditekan, serta keterisolasian tidak ada lagi. (B. Ambarita)

banner
Bagikan :

News Feed