oleh

Dua Prajurit TNI Korban KKSB Tiba di Jakarta

Jayapura, Kawattimur – Jenazah kedua anggota TNI yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal separaratis bersenjata (KKSB) pada Minggu (19/8) siang di Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, diterbangkan dari Sentani menuju Bandara Soekarno Hatta, tadi siang. Diperkirakan tiba di Jakarta sekitar pukul 16.45 WIB, Senin 20 Agustus 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, ketika dihubungi Kawattimur, Senin malam.

Dax menuturkan, setelah tiba di Jakarta, kedua jenazah korban penembakan yakni almarhum Letda Amran dan almarhum Pratu Fredy diserahkan kepada pihak keluarganya.

“Siang tadi kedua almarhum prajurit terbaik kami dievakuasi dari Mulia ke Sentani, dan selanjutnya jenazah diterbangkan menggunakan Pesawat Garuda sekitar Pukul 11.50 WIT menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng,” terangnya kepada Kawattimur.

Dikatakan, kedua almarhum tersebut akan disemayamkan di kampung halaman masing masing, dimana Letda Amran akan di semayamkan di Jakarta, sedangkan Pratu Fredy akan disemayamkan di Solo, Jawa Tengah.

“Saat ini keduanya sudah berada di pihak keluarga masing-masing untuk sleanjutnya akan di semayamkan dengan upacara protokoler TNI,” kata Dax.

Diketahui sebelumnya, kedua pandu guna bangsa ini menjadi korban aksi kebiadaban kelompok kriminal seperatis pada Minggu (19/8) siang sekitar Pukul pukul 14.00 WIT, saat hendak melintas di Jembatan Tingginambut untuk membawa makanan kepada warga kampung yang tidak jauh dari Pos TNI.

Kegiatan ini dimaksud sebagai bentuk rasa syukur para prajurit dalam memperingati HUT RI ke 73. Selain itu pemberian bahan makanan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak usia sekolah di Kampung Tingginambut agar semakin giat dalam menuntut ilmu.

“Peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wit di Jembatan Tingginambut. Ketika anggota kami membawa makanan untuk dibagikan ke anak-anak kampung sekitar 1 kilometer dari Pos,” kata Dax menjelaskan.

Kejadian tersebut diketahui dari masyarakat yang melaporkannya ke Koramil Tingginambut. Kemudian sekitar pukul 14.15 WIT, anggota Koramil dan Pos Satgas Pamrahwan bergerak menuju TKP di Jembatan Tingginambut.

“Saat anggota tiba di TKP, mereka menemukan 2 jenazah di luar rumah kayu jembatan Tingginambut dengan luka tembak dan panah di beberapa bagian tubuhnya,” jelasnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua dan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM demi tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Dax menambahkan, pihaknya masih melakukan pemburuan terhadap gerombolan KKSB yang melakukan aksi cowboy itu. (ara)

Bagikan :

News Feed