oleh

OPM Klaim Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 2 Prajurit TNI

Jayapura, Kawattimur, Dua prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas di Distrik Tingginambut Puncak Jaya Papua, Minggu 19 Agustus kemarin. Keompok bersenjata Tentara Pembebasana Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa itu.

“Komando Nasional bertanggung jawab atas Penembakan 2 anggota TNI di Tingginambut pada 19 Agustinus 2018,”ujar Juru Bicara OPM Sebby Sambon melalui pesan elektroniknya Senin 20 Agustus.

Lanjut dia, yang melakukan penghadangan dan penembakan terhadap anggotavTNI itu adalah komandan operasi OPM di Tingginambut.

“Markas Pusat TPNPB OPM Komando Nasional telah terima laporan resmi oleh Kamandan Operasi Lapangan Mayjen Lekagak Telenggen melalui Crew TPNPBNEWS bahwa Penembakan dilakukan oleh Pasukan TPNPB dibawah Komandonya,”ujar Sebby.

Bahkan, klaim Sebby, pada hari ini Senin 20 Agustus, pihaknya kembali melakukan penembakan terhadap prajurit TNI. “Hari ini Senin  telah terjadi Penembakan Lagi oleh TPNPB OPM Komando Nasional terhadap Anggota TNI di Tingginambut Puncak Jaya Papua,”ujarnya.

Kamandan Operasi Lapangan Mayjen Lekagak Telenggen juga melaporkan bahwa perang antara Pasukan TPNPB Dan TNI/POlRI masih berjalan.

“Mayjen Lekagak Telenggen juga menyatakan bahwa Perang Gerilya yang telah Dan sedang dilakukan oleh Pasukan TPNPB OPM di seluruh territory West Papua adalah Perang Revolusi Pembebasan untuk menuntut Hak Politik Menentukan Nasib sendiri (Self Determination),”tandasnya.

Menurut Sebby, ada 150 prajurit TNI masuk ke Puncak Jaya dari Puncak.

“Ada 150 Orang prajurit TNI  dari Jakarta masuk lewat sinak menuju ke Yambi dan terjadi kontak senjata Antara TPNPB VS TNI,  akibatnya 4 orang anggotab TNI Gugur tertembak  dan sementara pasukan lain sedang mengevakuasi Korban.

Bagian Guragi juga pasukan TPNPB menembak 3 orang  Anggota TNI,”lagi-lagi klaim Sebby.

Wakil Juri Bicara Kodam XVII Cenderawasih Lletkol Dax Sianturi saat dikonfirmasi terkait masih berlanjutnya aksi baku tembak antara kelompok bersenjata dengan TNI, membantah hal tersebut. “Saya sudah cek kesana aama sekali tidak ada aksi baku tembak,”ucapnya.

Menurut dia, klaim kelompok bersenjata itu hanya bertujuan untuk mengesankan bahwa Papua tidak aman. “Klaim mereka hanya mencoba membuat situasi seolah-olah kacau, padahal Papua sampai saat ini masih aman,”ujarnya.

Bagikan :

News Feed