oleh

RSUD Dok 2 Diduga Krisis Pelayanan

Jayapura-Kawattimur, Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Dok2 Jayapura ditengarai dalam kondisi krisis alias amburadul. Padahal RSUD adalah rumah sakit tujuan di Papua.

Kondisi pelayanan RSUD pamburadul terungkap dari informasi yang disampaikan salah seorang dokternya yakni Dr Gracia Daimboa SpPD melalui pesan elektroniknya yang beredar di media sosial.

Menurut dia, kondisi RSUD Dok 2 krisis pelayanan sudah berjalan sejak awal tahun ini. Demikian isi pesannya yang beredar di media sosial, Saya ingin melaporkan situasi di RS. Dok 2,

1. Kamar Operasi telah tutup sejak tgl 15 Agustus 2018. Semua operasi yg cito dan direncanakan terpaksa ditolak akibat kassa steril dan bahan habis pakai sudah tidak ada di RS.

Bagaimana kami mau melakukan tindakan?
Dana Alkes dari APBD tdk tahu apa sdh turun apa belum.

2. Obat sudah banyak yg tidak ada sehingga dokter bingung mau beri obat apa. PBF sdh tdk mau membantu, karena utang belum dibayarkan sampai saat ini.

3. Jasa Medis sejak Januari 2018, jasa KPS sejak Maret 2018 dan BPJS sejak Februari 2018 belum dibayarkan. Membuat kami bertanya2 apa yg menyebabkan ini semua terjadi.

4. Jasa dokter jaga UGD jg sampai saat ini blm dibayarkan. Kasihan mereka jg. Kalau mereka mogok lagi. Maka RS akan lumpuh.

5. Laboratorium, reagen banyak yg habis pasien terpaksa kami suruh periksa di lab luar.
Rupanya pak Plt Dir sdh tanda tangan SPM tp dari pihak managemen yg terkait yg menahan. Bahkan bendahara lama yg memegang brankas telah lari dan plt Dir rencana melaporkan ke polisi.

Saya kasihan mulai Plt Dir. Nampaknya kesulitan menghadapi managemen, karena kebetulan beliau bukan orang dalam RS.
Pasien, kami petugas kesehatan jg menjadi korban.

Setelah menyampaikan kondisi RSUD Dok 2, ia lantas memberikan saran yakni, Bapak Pj Gubernur Papua ambil tindakan segera untuk menyelamatkan RSUD Dok 2

2. Bila tidak kami tidak tahu bsk hari Senin tgl 20 agustus apa yg akan terjadi. Krn semua sdh tdk ada, padahal RS ini adalah RS Rujukan.

“Mungkin Bapak bisa membantu kami, Rumah sakit DOK-2 DALAM KEADAAN DARURAT”.

PLt Direktur RSUD Dok 2 saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui WA, enggan menjawab meski tanda contreng terbaca.

Ketua Komisi V bidang Pendidikan dan Kesehatan DPR Papua Yan Permenas Mandenas mengatakan, dirinya juga mendapat pesan mengenai kondisi pelayanan kesehatan RSUD yang amburadul. “Saya juga dapat informasi terkait kondisi RSUD Dok 2, makanya hari kami DPR Papua akan sidak guna meihat langsung kondisinya,”papar Yan.

Bagikan :

News Feed