oleh

Komisi I DPR Papua : Peran Kepala Derah Bertanggung Jawab Pada Kamtibmas harus Optimal

Jayapura, Kawattimur- Forum Kerukunan Unat Beragama (FKUB) Provinsi Papua menyayangkan aksi kekerasan yang masih terjadi di beberapa wilayah, dan meminta kedepannya, semua pihak menghentikan segala aksi kekerasan, karena kekeraaan hanya melahirkan kekerasan baru. Menyikapi hal itu Komisi I DPR Papua sangat mendukung pernyataan sikap FKUB, namun meminta Kepala Daerah mestinya lebih optimal bertanggung jawab dalm mengawal situasi dan kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. (Kamtibmas).

“Apa yang diserukan FKUB tentu didukung seluruh masyarakat, tapi peran Kepala Daerah sesuai amanat UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah pasal 65 pasal 1b (memelihara ketertiban dan  ketentraman masyarakat) mestinya harus lebih optimal, karena kepala daerahlah yang memiliki rakyat,”ujar Anggota Komisi I DPR Papua Tan Wie Along, Kamis 23 Agustus.

Lanjutnya, karena Kepala daerah terutama ditingkat kabupaten dan kota yang memiliki rakyat, maka Kamtibmas sudah seharusnya menjadi tanggung jawab utamanya. “Memberi rasa aman kepada masyarakat tidak semata-mata tanggung jawab Polri dan TNI, tapi juga kepala daerah sebagai pemilik rakyat dan wilayah,”tegasnya.

Apalagi ada UU yang menjadi acuan, tentu kepala daerah harus bertanggung jawab mengimplementasikannya.

Menurutnya, tanpa adanya rada aman dan tentram salam suatu wilayah, pembangunan tentu akan tersendat-sendat san tak akan maksimal. “Nah,kalau pembangunan sudah tidak berjalan lancar yang rugi siapa, kan kepala daerah dan rakyat ,”pungkasnya.

Kedepan, sambung dia, agar situasi Kamtibmas tetap aman dan tentram, sinergitas antara kepala daerah dengan TNI dan Polri serta paling utama masyarakat harus lebih optimal. “Kerja sama semua komponen dalam menciptakan rasa aman dan tentram harus lebih baik,”harapnya.

Jangan, tambahnya, sudah kejadian, baru ada koordinasi. “Lebih baik dicegah, ya itu tadi bangun sinergitas yang baik sedari awal,”tukasnya.

Sehingga, bisa menangkal  adanya gangguan Kamtibmas. “Sinergitas semua elemen, akan juga lebih mudah menggalang dan menghimbau para pelaku pengganggu Kamtibmas menghentikan aksinya,”tegasnya. (B. Ambarita)

Bagikan :

News Feed