oleh

Irjen Pol Martuani Sormin Tetap Prioritaskan OAP Jadi Anggota Polisi

Jayapura, Kawattimur,- Kapolda Papua Irjen Pol  Martuani Sormin, membagikan sejumlah pengalamannya selama bertugas sebagai Kapolda Papua  Barat,  baginya, komonkasi  adalah kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian.

Hal ini disampaikan Kapolda dalam acara doa bersama  yang digelar Forum Kominikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua,  dengan Wakalemdiklat  Polri  Irjen Pol Boy Rafli Amar, di aula Paroki Santa Fransiskus Apo, Jumat 24 Agustus 2018.

Martuani mengatakan, selama bertugas di Papua Barat, ia telah memahami  karakteristik masyarakat Papua, dan  baginya, komonkasi adalah kunci dalam menyelesaikan setiap persoalan, karena di Papua hukum positif tidak sepenuhnya bisa diterapkan.

“Komonikasi adalah hal penting dalam menyelesaikan setiap persoalan,selama bertugas di Papua Barat, saya telah cukup mengenal Papua dengan baik, di Papua hukum positif tidak sepenuhnya bisa diterapkan, karena di Papua ada hukum adat, “ jelasnya

Jenderal dengan dua bintang dipundaknya ini mengharapkan dukungan dari semua pihak, khusunya para tokoh agama yang ada di Papua baik muslim maupun Kristen, dalam menjalankan tugasnya  sebagai Kapolda Papua, agar dalam melaksanakan tugasnya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Saya mengharapkan dukungan yang sama , sama seperti yang diberikan bagi Pak Boy, bahkan lebih kalau bisa,” cetusnya

Mantan Karo Ops Polda Maluku, ini mengakui akan akan tetap memprioritaskan anak daerah asli Papua untuk menjadi anggota Polri baik, tamtama, bintara maupun AKPOL, sama seperti apa yang dilakukannua di Papua Barat.

“Kita akan tetap mempriotritaskan anak daerah, kebijakan saya selama di Papua Barat adalah memprioritaskan OAP (orang asli Papua) untuk menjadi anggota Polsii, baik itu, tamtama, bintara maupun AKPOL, dengan kutora 70-30, 70 untuk orang asli papua dan 30 untuk orang pendatang,  “ terangnya

Ia juga berharap Wakalemdikat Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar agar dapat memperhatikan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, yang memiliki sejumlah kekurangan, karena sebagai mantan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan SPN Polda Papua.(al)

Bagikan :

News Feed