oleh

Menteri BUMN Resmikan 16 PSN Senilai Rp2,153 Triliun

JAYAPURA, Kawattimur – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno meresmikan pembangunan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang senilai Rp2,153 triliun di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero). Dengan diresmikannya 16 Pelabuhan tersebut, diharapkan semua sistem dan konektivitas kepelabuhan di wilayah timur Indonesia akan semakin meningkat, mengingat selama ini, sistem tersebut masih sangat tertinggal.

“Sejak awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo, beliau juga telah menekankan bahwa konektivitas dan kemampuan daya saing kepelabuhan di kawasan timur Indonesia perlu lebih ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, BUMN juga perlu melakukan modernisasikan pelabuhan-pelabuhan tersebut dengan cara Penambahan Modal Negara (PMN) khususnya di Pelindo IV yang senilai Rp1,5 triliun,” ujar Rini dalam sambutannya di Pelabuhan Jayapura, Jumat (24/8).

Dikatakan Rini, adapun tujuan dilakukannya PMN tersebut semata-mata hanya untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan-kemampuan kepelabuhanan di Indonesia bagian timur karena selama beberapa tahun belakangan ini, kemampuan seluruh pelabuhan itu sangat lemah sehingga dibutuhkan adanya campur tangan negara. Sehingga diharapkan kedepannya, semua aktivitas ekspor itu tidak lagi melalui pelabuhan lain di luar daripada Pelabuhan Jayapura.

“Sistem kepelabuhan yang membaik ini juga akan menambah kemampuan kita untuk bersaing dengan pelabuhan lainnya di kawasan timur Indonesia secara global. Oleh karena itu, saya juga perlu mengucapkan rasa terima kasih saya kepada seluruh steakholder yang ada karena tidak mau menyerah membangun sistem kepelabuhan di kawasan timur Indonesia ini dengan waktu yang cukup singkat ini,” jelas Rini.

Dengan diresmikannya 16 Proyek Strategis Nasional tersebut juga, maka setiap tahun aktivitas di Pelabuhan Jayapura itu juga akan mengalami peningkatan sebesar 14 persen, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung peningkatan tersebut, utamanya terhadap kebutuhan aktivitas peti kemas di pelabuhan paling timur di Indonesia itu. Karena di 2014, logistik performing indeks Indonesia hanya di peringkat 55, dan 2017 hal itu telah membaik menjadi peringkat 46.

“Capain itu juga perlu saya ingatkan kembali kepada Pelindo IV dan juga terhadap Pelindo yang lainnya agar di akhir 2018 ini kita bisa lebih baik lagi dari Negara Vietnam. Untuk itu Pelindo juga harus lebih bekerja keras lagi. kita juga harus mengakui bahwa semua capaian itu tidak terlepas dari kerjasama dan sinergi antara perusahaan BUMN lainnya,” pungkasnya. (gri)

Bagikan :

News Feed