oleh

Natalis Tabuni Pimpin Pengprov POBSI Papua periode 2018-2022

JAYAPURA Kawattimur,- Natalis Tabuni secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia  (POBSI) Provinsi Papua periode 2018-2022.

Pemilihan Natalis Tabuni untuk memimpin olahraga bola sodok itu dilakukan melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov)  POBSI Papua yang digelar di Hotel Grand Alison Sentani, 24 Agustus 2018.

Natalis Tabuni dalam sambutannya mengatakan, sukses tidaknya organisasi ini tergantung dari niat dan dukungan dari semua pengurus.

“Sukses tidaknya dirinya menjabat sebagai Ketua POBSI Papua tentunya bergantung pada kebersamaan semua  pihak. Untuk itu, ia meminta seluruh yang terlibat di organisasi nanti  termasuk seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) POBSI Kabupaten dan Kota  dapat bekerjasama demi kemajuan olahraga biliar di Papua,” ujarnya.

Natalis mengatakan, kedepan akan menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder. Ia sangat yakin, dengan merangkul stakeholder dunia biliar di Papua akan mengalami kemajuan sesuai harapan.

“Kita akan membuat kejuaraan biliar secara rutin, sehingga melahirkan atlet yang berprestasi dan  berjanji akan melanjutkan prestasi yang sebelumnya ditorehkan kepengurusan sebelumnya pada PON 2020 mendatang,” katanya.

Natalis juga menegaskan, akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) wasit di Papua. Dimana, saat ini Papua baru memiliki tiga wasit Nasional. Kedepan kita harus tambah.

“bagaimana biliar mau maju dan berprestasibiliar kalau wasit biliard masih minim, kita harus perbanyak wasit dengan standar Nasional,” ujar  Natalis yang juga Bupati Kabupaten Intan Jaya itu.

Tongkat estafet kepemimpinan yang saya terima sebagai Ketua POBSI Papua tentunya banyak hal yang harus saya kerjakan. Salah satunya akan membuat lokasi tempat pertandingan biliar yang parmanen. Sebab, selama ini kalau kita buat kejuaraan sewa tempat orang dan sangat mahal.

Oleh karena itu, tempatnya ada milik saya sendiri, akan saya hibahkan kepada Pobsi untuk membangun satu tempat biliar yang paling representatif. “Kita harus memiliki satu tempat biliar sehingga atlet bisa berlatih dan olahraga bola sodok ini semakin maju di Papua,”katanya. (get).

Bagikan :

News Feed