oleh

4 Pejabat Esselon II Diganti, kinerja Tak optimal?

Jayapura-Kawattimur, Pjs Gubernur Soedarmo mengganti 4 pejabat esselon II dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Pergantian dan pengambilan sumpah terhadap 4 pejabat tersebut berlangsung di Sasana Krida Kantor Gubernur dan disaksikan Sekretaris Daerah Papua serta para pimpinan OPD, Rabu 29 Agustus. Apakah 4 pejabat itu diganti karena kinerjanya dinilai kurang optimal?

Soedarmo saat dimintai tanggapannya terkait pergantian 4 pejabat esselon II, terutama Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda yang tengah mempersiapkan pelaksanaan PON 2020 mengatakan, pergantian jabatan adalah kebutuhan organisasi guna menjawab tantangan yang akan dihadapi kedepan. “Tadi kan saya sudah katakan alasannya di dalam sambutan, ini sambutan saya,’’ujar Pjs Gubernur sambil menyerahkan sambutan tertulisnya.

Lanjut dia, pergantian 4 jabatan Esselon II yang dilaksanakan sudah sesuai mekanismea dan atas persetujuan pemerintah pusat. “Pengisian jabatan ini sudah lebih dulu Menteri Dalam Negeri serta didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk menjawab tantangan yang dihadapi pemerintah provinsi Papua lebih baik,”pungkas Soedarmo.
Dengan pergantian sejumlah pejabat tersebut, Pjs Gubernur berharap, dapat memacu peningkatan kinerja dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat yang dapat menggerakan roda pemerintahan serta melaksanakan pembangunan dengan maksimal.

“Harapannya, setiap pimpinan OPD bisa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab serta mendorong terjadinya interaksi, keselarasan dan kerjasama yang kondusif baik di dalam unit kerja maupun unit kerja lain yang terkait,”tegasnya.

Pjs Gubernur juga meminta pimpinan OPD yang baru dilantik, agar segera menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Kemudia dapat segera menyelesaikan tugas-tugas yang sudah menanti.
“Saya percaya pimpinan OPD mampu menjalankan ini, demi pembangunan Papua yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat,”tandas Soedarmo.

Ia juga meminta para pejabat yang menempati jabatan baru bisa bekerja secara maksimal dan menyesuaikan tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tersisa beberapa bulan.
“Secepatnya laksanakan pelelangan, jangan saling menyalahkan antara OPD satu dengan OPD lain. Kalau ada apa-apa langsung laporkan ke pimpinan, nanti pimpinan yang akan berikan teguran kepada pimpinan OPD yang tidak bekerja maksimal,” terangnya.

Pjs Gubernur berharap dua pimpinan yang masih berstatus pelaksa tugas (Plt) bisa lebih maksimal, mengingat waktu tinggal beberapa bulan, jangan lagi ada yang tertunda atau tidak terlaksana. Ini jelas akan merugikan bagi pemerintah provinsi dan masyarakat karena program dan pembangunan tidak berjalan. Ini yang saya tidak inginkan,” katanya lagi.
Keempatnya pejabat eselon II yang diganti yakni, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Yusuf Yambe Yabdi digantikan Daud Ngabali sebagai pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Djuli Mambaya digantikan Girius One Yoman, Kepala Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sonny Rumkafer digantikan Debora Diana Sallosa selaku pelaksana tugas (Plt), dan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Mikael Kambuaya digantikan Yusuf Yambe Yabdi.

Bagikan :

News Feed