oleh

Jalan Trans Papua Empuk bagi Sindikat Curanmor Lintas Daerah

Keerom,Kawattimur – Tim Gabungan dari Polsek Senggi dan Satgas Panmas Yonif Rk 644/WLS berhasil menciduk delapan orang yang diduga sebagai sindikat curanmor antar kabupaten, Selasa (28/8) malam. Pelaku ditangkap saat hendak melintas di jalan Trans Papua Keerom-Wamena.

Kedelapan pelaku yang diamankan yakni Ambo Jikwa (23), Fredy itlay (25), Epen Pawika (18) pelajar kelas 3 SMK YAPESLI Polomo, San Hisage (27), Anus Himan (22) Aparat Desa Pophuba, Jefri Hisage (15), Okama itlay (27), dan Alo Itlay (19). Mereka ini merupakan warga Wamena yang tinggal di beberapa wilayah di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Sedangkan Sepedamotor yang diamankan antaralain CBR 150 R merah putih dengan Rangka MH1KC911XGK052000, Vixion merah marun dengan Rangka MH33C11004BK648714, CBR 150 R merah putih dengan Rangka MH1KC7117EKO12247, CB 150 R hitam dengan Rangka MH1KC8119GK075102, Vixion hitamdngan Rangka MH33C10029K260185, CBR 150 R merah lis putih dengan Rangka MH1KC9117GK040189, CB 150 R hitam dengan Rangka MH1KC8219JK186620, dan CB 150 R putih dengan Rangka MH1KC4110DK004858.

Para pelaku tersebut ditangkap saat menggunakan delapan unit sepedamotor yang diduga hasil curian, melintasi Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Mereka diamankan beserta barang bukti motor setelah Tim Gabungan menggelar razia atas informasi yang diterima dari warga, yang mengatakan bahwa ada penyelundupan motor hasil curian yang akan melintas dari Senggi dengan tujuan Wamena.

Pelaku dan barang bukti pun telah diamankan di Mapolres Keerom untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Sementara dalam giat razia tersebut dipimpin oleh Dansatgas Yonif RK 644, Letkol Ifn Gede Setiawan.

Kasat Reskrim Polres Keerom Ipda Hotma Manurung saat dikonfirmasi Kawattimur, Rabu 29 Agustus malam, membenarkan hal ini. Ia menuturkan, hasil pemeriksaan sementara para pelaku mengakui bahwa motor tersebut dibeli dari salah seorang yang tidak diketahui identitasnya di Wilayah Abepura. “Menurut pengakuan para pelaku, motor tersebut baru saja dibeli dari orang yang tidak dikenal yang berada di Abepura,” terang Hotma kepada Kawattimur, Rabu malam.

Hotma menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya, motor tersebut dibeli pelaku dengan harga yg sangat murah dan tdk di lengkapi dengan surat-surat kendaraan. Pihaknya masih melakukan koordinasii degan Polsek Senggi agar tetap melaksanakan giat razia rutin terhadap kendaraan-kendaraan yg akan menuju Wamena.

“Kami menjemput motor tersebut ke Polsek Senggi, dengan dibantu oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Res Keerom, bersama Tim Opsnal Jatanras Polda Papua, Tim Opsnal Polres Kota Jayapura dan Tim Delta Sakura Polres Kota Jayapura melaksanakan Penjemputan 8 orang masyarakat Wamena beserta 8 unit motor tanpa di lengkapi surat-surat kendaraan kita duga merupakan hasil Curanmor,” kata Hotma.

Tak lupa dirinya menyampaikan terimakasih kepada pihak TNI yang telah membantu tugas-tugas kepolisian atas kasus ini. Sementara kasus ini masih dalam penanganan Polres Keerom. “Kami ucapkan terimkasih banyak kepada teman-teman kita TNI yang telah turut membantu kepolisian mengungkap kasus ini. Jangan sampai Jalan Trans Papua degan rute Jayapura ke Wamena disalahgunakan untuk hal-hal yang berbau penyelundupan, apalagi kriminal,” ucapnya kepada Kawattimur, Rabu 29 Agustus malam melalui jaringan selulernya. (hara)

Bagikan :

News Feed