oleh

PPKMB STIKOM Disusupi Oknum Tak Bertanggungjawab

Jayapura,-Munculnya atribut terlarang dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di STIKOM Muhammadiyah Jayapura disebut merupakan ulah dari pihak luar.

Hal ini ditegaskan Ketua STIKOM Muhammadiyah Jayapura, Dr. H. M Nur Jaya dalam keterangan persnya didampingi jajaran dan Badan Eksekutif Mahasiswa STIKOM di Jayapura, Rabu (29/8/2018).

Sebelumnya, foto sejumlah mahasiswa baru dengan menggunakan noken bercorak bendera bintang kejora pada kegiatan PKKMB di STIKOM Muhammadiyah Jayapura beredar luas di media sosial, Selasa (28/8/2018).

Terkait insiden ini, Ketua BEM dan tiga anggotanya sempat diperiksa oleh pihak Kepolisian setempat guna dimintai klarifikasi. Sementara itu, sebanyak 25 tas noken bercorak bendera bintang kejora yang diamankan Polisi.

Nur Jaya memastikan, penyelanggaraan PKKMB di Lembaga setempat telah didasarkan Undang-Undang No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia pun membantah Lembaga disebut memberikan ijin penggunaan atribut tersebut.

“Insiden munculnya noken bercorak bintang kejora ini sama sekali tidak disengaja. Ini murupakan ulah oknum luar kampus yang memerintahkan sejumlah mahasiswa baru untuk membawa atribut terlarang itu,” tegasnya.
Nur Jaya juga membantah isu Ketua BEM dan tiga anggotanya diculik oleh aparat Kepolisian terkait insiden pada kegiatan PKKMB itu.

“Keempat mahasiswa kami dibawa ke kantor Polisi hanya sebatas dimintai klarifikasi saja, jadi bukan ditangkap atau diculik sebagaimana beredar di media sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BEM STIKOM Muhammadiyah Jayapura, Arnold Bame menyebutkan sejumlah mahasiswa baru salah menangkap salah satu poin persyaratan PKKMB. Sebab, mahasiswa baru hanya diperintahkan untuk membawa noken asli Papua.

“Jadi ada 25 mahasiswa baru yang membawa noken bergambar bintang kejora itu, padahal dalam persyaratan itu tidak dicantumkan. Kami pun sudah menarik noken tersebut, namun ada yang foto hingga beredar luas di media sosial,” jelasnya (al)

Bagikan :

News Feed