oleh

Eks Karyawan PD Irian Bhakti Tuntut Pesangon 8 Bulan

Jayapura,-Kawattimur, Nasip miris di alami oleh mantan buruh PD. Irian Bhakti yang telah diberhentikan sejak Januari 2018, pasalnya, pesangonnya belum diberikan. Lantas 5 eks buruh itu kemudian menutut ke Kantor PD Irian Bhakti di Jayapura, Kamis (30/8/2018).

Salah seorang eks buruh, Yairus Waroy mengatakan, masalah pesangon ini sebenarnya sudah dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja Papua berulang kali, namun belum juga direalisasikan oleh pihak perusahaan sampai saat ini.

“Kami sudah melapor ke Dinasker dan sudah ada kesepatakan. Namun nyatanya belum dibayarkan,” bebernya.

Sementara itu, Julianus Kawari menuturkan, Dinasker Papua juga telah mengeluarkan surat kepada pihak PD. Irian Bhakti untuk memberikan 50 persen dari upah kontrak terhitung sejak Januari 2018.

“50 persen dari upah itu harus diberikan sambil menunggu pesangon. Tapi belum ada realisasi juga dari pihak perusahaan, alasannya tidak ada uang,” jelasnya.

Staff Ahli Direksi PD. Irian Bhakti, Chris Fonataba ketika dikonfimrasi mengatakan, masalah pesangon mantan buruh setempat telah menjadi atensi jajaran Direksi.

“Sesuai aturan sudah jelas bahwa pesangan harus dibayarkan, tetapi kita masih menunggu alokasi anggaran biaya angkut dari Pemerintah Daerah. Jika sudah ada, pasti Direksi akan selesaikan hak-hak mereka (eks karyawan),” kata Chris.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Daerah memberikan perhatian serius dengan segera mengambil langkah-langkah kebijakan terhadap kondisi PD. Irian Bhakti saat ini. (al)

 

Bagikan :

News Feed