oleh

Warga Asing Ditangkap, Diduga Transaksi Amunisi Dengan Kelompok Bersenjata

Jayapura, Seorang warga asing ditangkap dan ditahan Polda Papua, karena diduga hendak bertransaksi amunisi dengan Kelompok Bersenjata di Papua. Warga asing berinisial JFS kemudian dan 2 warga Indonesia itu ditahan sejak Kamis 30 Agustus. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.

“Pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018,  sesuai perkembangan kasus tentang tindak pidana percobaan kejahatan terhadap keamanan negara, sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 dan atau pasal 110 dan atau pasal 111 jo 53 dan 55 KUHP dengan tiga orang tersangka berinisial JFS (WNA) , Y alias NY dan SCM.  Saat ini, untuk Warga Negara Asing (WNA) an. JFS sudah dilakukan penahanan di Mapolda Papua sedangkan dua pelaku lainnya masih dilakukan penyelidikan,’’ujar Kamal Kamis 30 Agustus.

Menurut Kamal, JFS awal diamanakn saat berkunjung ke tempat wisata di danau Habema Kabupaten Jayawijaya, beberapa waktu lalu. “Setelah diamankan dan di diperiksa di Markas Polres Jayawijaya, JFZ dipulangkan, namun JFS kembali ditangkap karena hendak bertransaksi amunisi dengan kelompkk bersenjata. “Sehari setelah diperiksa, JFS kembali ditangkap oleh aparat Polres Jayawijaya, sedangkan untuk tiga orang lainnya ditangkap di tempat berbeda. Ketiganya diduga mau bertransaksi peluru,’’ungkapnya..

Dari hasil pengembangan, sejumlah peluru berhasil disita dari rencana transaski tersebut. “Tim berhasil mengamankan Amunisi sebanyak 139 butir,’’ucapnya.

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti. “Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa, 1 (Satu) unit HP merek HTC warna Hitam, 1 (Satu) buah sim card merk Indosat (Mentari), Dokumen transkrip percakapan tersangka, Dokumen tentang perjuangan TPN/OPM, 104 butir Amunisi kal. 5.56 mm dan 35 butir Amunisi kal. 9 mm.

Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 106 KUHP yaitu Makar yang dilakukan dengan niat hendak menaklukan negara sama sekali atau sebagian kebawah pemerintahan asing dengan maksud hendak memisahkan sebagian dari daerah itu akan dihukum penjara seumur hidup atau hukuman penjara selama dua puluh tahun.

Pasal 110 yaitu permufakatan akan melakukan salah satu kejahatan  yang diterangkan dalam pasal-pasal 104, 106, 107 dan 108 dihukum sama dengan kejahatan tesebut, ancama hukuman mengacu pada pasal yang dipersangkakan.

 

Pasal 111 KUHP Bis ke 1e KUHP, barang siapa yang mengadakan hubungan dengan orang atau badan yang negara diluar Indonesia, dengan maksud niat hendak membujuk orang atau badan itu supaya memberikan bantuan untuk menyiapkan atau menggulingkan pemerintahan (omwenteling) , untuk meneguhkan niat orang atau badan tentang hal itu dengan niat hendak memberi atau berjanji akan memberi bantuan atau untuk menyiapkan memudahkan atau merusak pemerintahan Dengan pidana penjara paling lama enam tahun, dengan  tersangka JFS (WNA Polandia), YS Dan SM (WNI)

Bagikan :

News Feed