oleh

Transaksi Amunisi, Polisi Ringkus Terduga Jaringan Kelompok Bersenjata

Jayapura, Kawattimur, Tim gabungan Polda Papua dan Polres Mimika berhasil membekuk SM, salah seorang warga yang dtengarai terkait dengan kelompok bersenjata dan diduga akan membeli amunsi dari tersangka JFS warga Negara asing asal Polandia yang ditangkap karena kepemilikan amunisi. SM ditangkap disalah satu restoran di Kabupaten Mimika, Sabtu (1/9) lalu.

Informasi yang dihimpun di Polda Papua menyebutkan, SM ditangkap setelah pihak kepolisian melakukan pengembangan terhadap JFS.
Dimana, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku SM, pada bulan Juli tahun 2016 berkenalan dengan saudara Rafael (WNA Polandia) melalui cetting akun Facebook dalam percakapan saudara Rafael meminta kepada SM supaya membantu temannya atas nama JFS yang akan datang ke Indonesia supaya dibantu.

Pada bulan Mei tahun 2018 saudara JFS datang ke Timika dan menginap di salah satu Hotel di Timika dan saat itu saudara SM menemui di lobby Hotel selanjutnya mereka jalan-jalan di seputaran Kota Timika.
“Saat jalan-jalan saudara SM membenarkan bahwa ada pembicaraan yang direkam melalui handphone (testimoni) miliknya JFS tentang KNPB, hal ini terbukti sesuai dengan adanya video yang ditemukan di dalam handphone saudara JFS,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.

Selanjutnya pada bulan Juli 2018 saudara SM berkomunikasi via akun Facebook di mana saat percakapan saudara SM meminta kepada JFS bantuan melakukan kerja sama mendatangkan senjata api dari Polandia untuk pembebasan West Papua dan saat itu JFS menjawab akan berusaha membantu.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap SM mengakui bahwa benar telah terjadi percakapan Via akun Facebook.
Terhadap SM dipersangkan Pasal 106 KUHP yaitu Makar yang dilakukan dengan niat hendak menaklukan negara sama sekali atau sebagian kebawah pemerintahan asing dengan maksud hendak memisahkan sebagian dari daerah itu akan dihukum penjara seumur hidup atau hukuman penjara selama dua puluh tahun.

“Pasal 110 yaitu permufakatan akan melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal-pasal 104, 106, 107 dan 108 dihukum sama dengan kejahatan tersebut, ancaman hukuman mengacu pada pasal yang dipersangkakan,” jelasnya
Pasal 111 KUHP Bis ke 1e KUHP, barang siapa yang mengadakan hubungan dengan orang atau badan yang negara diluar Indonesia, dengan maksud niat hendak membujuk orang atau badan itu supaya memberikan bantuan untuk menyiapkan atau menggulingkan pemerintahan (omwenteling).

“Untuk meneguhkan niat orang atau badan tentang hal itu dengan niat hendak memberi atau berjanji akan memberi bantuan atau untuk menyiapkan memudahkan atau merusak pemerintahan Dengan pidana penjara paling lama enam tahun,” jelasnya
Pasal 53 KUHP Percobaan untuk melakukan kejahatan terancam hukuman bila maksud sipembuat sudah nyata dengan dimulainya perbuatan itu dan perbuatan itu tidak jadi sampai selesai hanya lantaran hal yang tidak bergantung dari kemauannya sendiri.
Pasal 55 KUHP Orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan itu. Orang yang dengan pemberian, perjanjian, salah memakai kekuasaan atau pengaruh, kekerasan, ancaman atau tipu daya atau dengan memberi kesempatan, daya-upaya atau keterangan, sengaja membujuk untuk melakukan suatu perbuatan.(al)

Bagikan :

News Feed