oleh

HPN, Pertamina MOR VIII Apresiasi Pelanggannya

JAYAPURA-Kawattimur, Momen Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang jatuh setiap 4 September dimanfaatkan oleh menajemen Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VIII untuk mendekatkan diri terhadap para pelanggannya dengan cara memberikan service dan souvenir secara gratis kepada 20 pelanggan pertama yang mengisi Bahan Bahan Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terbagi atas 10 mobil dan 10 sepeda motor berupa 1 Mug cantik dan Voucher Pertamax senilai Rp100 ribu (Mobil) dan 1 Flashdisk serta Voucher Pertamax senilai Rp20 ribu (motor).

General Manager Pertamina MOR VIII Maluku-Papua Boy Frans Justus Lapian mengungkapkan, dengan adanya momen HPN tersebut, diharapkan semua pengguna BBM non subsidi itu akan merasa diperhatikan oleh Pertamina.

Dan Pertamina berjanji akan terus berusaha memberikan pelayanan dan produk yang terbaik terhadap semua pelanggan itu.

“Hingga saat ini konsumsi BBM di wilayah MOR VIII masih di dominasi oleh BBM jenis Premium. Namun angka itu, sudah hampir seimbang dengan konsumsi BBM jenis Pertalite, dimana Premium 55 persen, Pertalite 45 persen dan Pertamax masih berada di angka 2 persen. Namun trend konsumsi BBM nonsubsidi itu terus meningkat, karena para pelanggan juga sudah semakin sadar bahwa dengan menggunakan BBM nonsubsidi maka performa kendaraannya juga akan semakin bagus,” ujar Boy di Jayapura, Selasa (4/9).

Disingung dengan kondisi BBM Satu Harga di wilayah Papua secara khusus, Boy mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini akan selalu mengupayakan suplay BBM ke beberapa daerah tersebut, agar selalu berada pada posisi lancar dan aman. Walaupun dalam peyalurannya, Pertamina sering diperadabkan dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

“Kita akan selalu menjaga kelancaran penyaluran BBM ke daerah-daerah yang masuk dalam BBM Satu Harga, dan kita akan selalu melakukan koordinasi dengan pihak keamanan agar kondisi stok di titik-tiitik SPBU itu selalu terjaga kehandalan stoknya, sehingga masyarakat di pedalaman itu juga akan semakin merasakan efisiensi operasionalnya karena telah mendapatkan BBM yang lebih murah,” jelas Boy.

Lanjut Boy, dalam kurun waktu satu tahun ini pihaknya akan melakukan pembagunan 25 titik BBM satu harga yang tersebar di Papua dan Papua Barat. Pembagunan itu, diharapkan hingga akhir Oktober mendatang semua titik itu akan bisa terrealisasi walaupun beberapa daerah itu masih cukup rawan akan kondisi keamanannya seperti di Kabupaten Ilaga, Puncak, Sugapa dan beberapa daerah lainnya.

“Kita akan selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan, karena masyarakat sangat menginginkan adanya BBM Satu Harga ini di daerah mereka,” pungkasnya. (gri)

Bagikan :

News Feed