oleh

Menunggu Apa Terobosan Baru Lukas Enembe– Klemen Tinal

Jakarta – Kawattimur, Ketua Komisi IV DPR Papua, Carolus Bolly, SE MM mengatakan masyarakat Papua saat merasa bersukacita dan atas nama pribadi, keluarga serta jabatan mengucapkan selamat atas pelantikan Lukas Enembe – Klemen Tinal sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua oleh Presiden Joko Widodo untuk kembali pimpin Papua dengan membuat terobosan baru dalam masa kepimpinan di periode 2018-2023.

“Tentu dibalik sukacita pelantikan ini kita semua masyarakat Papua menaruh harapan yang besar kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, Lukas Enembe – Klemen Tinal untuk kembali pimpin Papua 5 tahun kedepan,” kata Carolus kepada wartawan usia pelantikan pimpinan PKK di Kemendargi Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurut Carolus, tantangan Papua kedepan banyak tantangan dan harapan yang harus dihadapi Lukas Enembe – Klemen Tinal dalam membangun Papua, sehingga dibutuhkan suatu kerja keras serta kerjasama dari semua stekholder yang ada di Tanah Papua.

“Kita semua tahu bahwa tantangan Papua kedepan tidak mudah, terutama kita di Komisi III yang membidangi keuangan, dimana dengan kebutuhan anggaran yang semakin besar, tetapi kemampuan angaran didaerah kita saat ini masih sangat terbatas sehingga dibutuhkan satu kerjasama dari semua stakeholder di Provinsi Papua dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, banyak hal yang harus dipenuhi kedepan terutama menghadapi defisit soal anggaran mislanya soal gaji guru akibat dari pada pengalihan pengeloaan SMA/SMK dari Kab/Kota ke Provinsi, pengalihan tanaga kehutanan, ESDM ini juga membutuhkan dana yang besar.

“Tentu kita harus sama-sama memikirkan jalan keluar dari pada persoalan ini terutama bagaimana kita menambah fiskal di daerah kita, supaya bisa mengatasi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggaran yang dimaksud, apalagi Gubernur sudah sampaikan juga untuk fokus pada penyelenggaran PON yang mana ini juga membutuhkan anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Politisi Demokrat ini yakin kerjasama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua bersama stakeholder serta masyakat mampu hadapi tantangan besar lima tahun ke depan karena semangat yang tinggi orang Papua dan sumber daya alam yang dimiliki pasti lalui tantangan tersebut.

“Memang kita harus yakin bahwa sebagai orang Papua yang punya berbagai sumber daya dan semnagat yang tinggi, maka tentu sangat yakin akan bisa kita lewati semua tantangan yang ada,” kata Carolus Bolly.

Dana Ostus 80:20 Dirumuskan Kembali

Sementara itu Pemerintah Provinsi Papua akan mengevaluasi dan merumuskan kembali sistem pembagian dana otonomi khusus (Otsus, red) 80:20 yang selama ini diberikan ke Kabupaten/Kota se – Provinsi Papua.

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengatakan evaluasi dan perhitungan kembali terhadap pembagaian dana Otsus yang selama ini diberikan kepada Pemerintah Kab/Kota se – Provinsi Papua juga merupakan program kerja LUKMEN 5 tahun ke depan periode kedua ini.

“Ya, kita akan sepakati kembali terhadap perubahan pembagaian dana Otsus ke Kabupaten/Kota, kita akan rumuskan secara bersama-sama lagi yang terbaik bagaimana baru, untuk kita laksanakan di tahun berikutnya,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada wartawan di gedung Kemendagri Jakarta kemarin.

Menurut Enembe, ada banyak hal yang dikerjakan, dimana pihaknya akan agendakan kedepan untuk melanjutkan program yang memang sudah menjadi prioritas selama ini.

“Untuk pembagian kembali dana Otsus ini akan kita hitung ulang secara baik, kita akan hadirkan beberapa lembaga seperti dari UGM, terutama perhitungannya seperti apa nanti untuk kembai dikaji ulang,” ujarnya.
Untuk periode pertama, kata Lukas Enembe, Pemerintah Provinsi Papua membagikan dana otsus 80 persen yang akan dikelolah Pemerintah Kabupaten/Kota sementara 20 persen dikelola oleh Pemerintah Provinsi Papua.

“Pasti pembagian dana otsus akan kita kaji lagi, pasalnya beban APBD Provinsi Papua saat ini sangat besar, sehingga harus dilakukan perubahan kembali pemberian dana otsus ke Kabupatan/Kota tersebut,” ujarnya.
Jika dirumuskan kembali sistem pembagian dana otsus, Gubernur Lukas Enembe mengaku belum pastikan berapa persen dana otsus yang akan di kelolah pemerintah Kabupaten / Kota, karena masih dilakukan kajian secara matang lagi agar tidak menimbulkan masalah tetapi bisa diterima Pemerintah Kab/Kota.
“Agar dana otsus bisa tersebut dikelola secara baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota, yang jelas ada beban besar APBD Provinsi saat ini, dengan adanya PON 2020 di Papua maka membutuhkan anggaran yang cukup besar, belum lagi pengalihan SMA/SMK dan pegawai kehutanan dari Kan/Kota ke Provinsi yang kini harus membebankan tambahan anggaran di Provinsi saat ini,”tambah Enembe. (bm)

Bagikan :

News Feed