oleh

Tomy Soeharto Nyaleg dari Papua, Ini Programnya

banner

Jayapura, Kawattimur – Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa Tommy Soeharto menilai Papua sebagai wilayah strategis bagi partainya guna merebut satu kursi di DPR RI pada pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pileg) tahun 2019 mendatang.

Tommy yang ikut bertarung dalam bursa calon legislator DPR RI dari daerah pemilihan Papua ini mengungkapkan alasannya memilih Papua sebagai daerah pemilihnya (Dapil), bahwa Papua penuh dengan tantangan dan membutuhkan sentuhan di sektor perekonomian.

Dikatakan, dirinya bakal mendorong pemerataan pembangunan dan mengusung program ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi perekonomian masyarakat Papua.

“Kita ingin Papua lebih maju lagi di waktu akan datang dan bisa lebih baik dari Provinsi lain. Papua bisa jadi contoh baik sebagai lumbung pangan nasional, terlebih eksportir pangan. Begitu juga dengan sektor peternakan unggas, sapi dan lainnya,” kata Tommy kepada sejumlah wartawan di Kota Jayapura, Jumat 7 September 2018.

Bahkan, menurutnya, program revitalisasi perlu dilakukan untuk membangkitkan produksi padi di Papua agar lebih berkembang, disamping komoditas sawit dan tebu sebagai penghasil gula.

“Pengalamam dan keberhasilan saya mengelola perusahan itu bisa menjadi modal bagi Papua untuk mengembangkan program ekonomi kerakyatan. Inilah yang selama ini tidak dirasakan di Papua, dan belum berhasil mengangkat kesejahteraan ekonomi rakyat. Apa yang dirasakan masih sangat ketertinggalan dengan daerah lain,” papar Tommy.

Dirinya pun mengharapkan agar di masa yang akan datang, masyarakat Papua dapat menyamai perekonomian daerah lain di Indonesia. “Sebagai contoh di pesisir Kota Jayapura ini kami akan membuat kegiatan berkaitan dengan ekonomi kerakyatan. Mengingat harga-harga di Papua juga lebih tinggi, maka sangat perlu memberlakukan harga yang sama dengan daerah Indonesia Barat, agar bisa efisien. Akan kita buktikan dan wujudkan itu apabila dikelola secara terintegrasi,” harapnya.

Selain itu, tambah Tommy, potensi peternakan di Papua juga akan menjadi prioritasnya dalam memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat Papua, dengan cara melibatkan kepala-kepala suku untuk menjadi motor penggerak di daerah masing-masing.

“Dalam waktu dekat kita akan membuat percontohan peternakan itu, dan kami akan libatkan para kepala suku dan masyarakat asli Papua menjadi pemrakarsa utamanya,” lugasnya. (ara)

banner
Bagikan :

News Feed