oleh

Walikota Kota Jayapura Terima Kirab Pemuda Dari Kemenpora

JAYAPURA Kawattimur, – Pemerintah Kota Jayapura menyambut Kirab Pemuda (Kementerian Pemuda dan Olahraga) tahun 2018 dari 45 pemuda perwakilan seluruh provinsi dan 10 organisasi kepemudaan yang mengelilingi 34 provinsi di Indonesia, 8 September 2018 di Aula Sian Soor Kantor Walikota Jayapura.

Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano didampingi Wakil Walikota Ir. H. Rustan Saru bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup pemkot Jayapura.

Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano MM,  mengatakan, masa depan suatu bangsa ditentukan oleh pemuda  yang merupakan generasi emas penerus pembangunan nasional, oleh karena itu hal yang utama adalah tidak terpengaruh dengan doktrin negative, sehingga  salah arah yang mempengaruhi karakter bangsa.

“Masalah kemerosotan moral menjadi tugas bersama, untuk memberikan dorongan yang jelas terhadap kebaikan dan masa depan pemuda sebagai generasi penerus bangsa, sehingga tidak akan timbul tindakan negative.

Dan diharapkan membawa perubahan-perubahan yang nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Benhur Tommy Mano dalam sambutannya.

Lebih lanjut BTM, berpesan kepada pemuda Kota Jayapura tidak terjerumus kepada hal-hal negative seperti narkoba, miras, seks beresiko yang dapat merugikan diri sendiri yang diharapkan sebagai penerus bangsa negara.

“Diharapkan pemuda Kirab, terus belajar, inovasi, berkreasi menjadi inspirasi bagi masyarakat. Karena merupakan tombak membawa perubahan bangsa ini kearah lebih baik dan menjadi aset kepemimpinan yang akan datang, serta menjadi pemuda yang hebat,” katanya.

Sementara itu Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)  RI, Djunaedi menuturkan, Kirab pemuda ini masuk dalam zona 2 wilayah timur yang dimulai dari Merauke – Sulawesi dan berakhir di Jakarta pada 13-15 November mendatang.

“Tujuannya meningkatkan kesatuan dan persatuan patriotisme pemuda,  sebab ini penting sekali ada pembekalaan dan wawasan serta kapasitas dalam tuntutan masa kini tentang kebhinekaan bangsa,” Selain itu Kirab ini mencerminkan kreatifitas, seni budaya maupun meningkatkan kearifan lokal daerah dan yang terpenting melindungi pemuda dari hal negative dengan memberikan kesibukkan Kirab tersebut, dimana akan berlangsung selama 73 hari lamanya.

“Peserta bisa meningkatkan peran dan partisipasinya dalam pembangunan. Sebagai agen perubahan, sebagai polopor pemersatu kemerdekaan berdasarkan pengalaman dan secara nyata dilapangan di tiap daerah yang dikunjungi, karena tahun ini cukup berbeda karena mereka tinggal di rumah masyarakat,” tandasnya. (get)

Bagikan :

News Feed