oleh

Jalan Trans Papua Mulai Terkoneksi, “Raksasa Tidur” Mulai Bangun

banner

Oleh : Banjir Ambarita SE (Jurnalis di Papua)

Konektivitas sejumlah ruas Jalan Trans Papua sepanjang 4333 Kilometer mulai terhubung. Seperti ruas jalan dari Jayapura menuju Wamena sepanjang 585 Kilometer sudah tersambung, meski masih dalam tahap pengerjaan. Sejumlah kendaraan yang memgangkut bahan makanan dan BBM bahkan terlihat sudah mulai melintasi jalan tersebut, kendati sebenarnya belum diizinkan.

Tapi itu salah satu cerminan bahwa animo masyarakat untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain di Papua melalui jalan darat sangat tinggi, terutama dari wilayah pesisir ke Pegunungan seperti jalan dari Jayapura-Wamena.

Pasalnya, dengan menggunakan jalan darat terutama dalam pendistribusian segala barang dari pesisir ke wilayah Pegunungan Papua, ongkosnya akan jauh lebih murah dibandingkan lewat jalur udara yang mahal dan sudah barang tentu sangat terbatas. Sehingga dengan terkoneksinya Jalan Trans Papua, tingkat kemahalan dengan sendirinya bisa ditekan.

Konektivitas sejumlah ruas Jalan Trans Papua sepanjang 4333 Kilometer mulai terhubung

Konektivitas Jalan Trans Papua dengan sendirinya juga membuka keterisolasian yang selama ini menjadi momok, dimana, sebagian besar wilayah Papua hanya bisa dijangkau dengan pesawat, yang menjadikan segalanya sulit di akses. Namun, dengan konektivitas yang sudah terhubung tentu memudahkan seluruh wilayah di Papua dalam menerima segala akses, akan jauh lebih mudah.

Akses mudah yang secara otomatis menekan tingkat kemahalan, secara perlahan akan membuat Papua sama dengan daerah lain Indonesia. Dan sudah barang tentu ekonomi rakyat secara perlahan dan pasti akan semakin meningkat.

Konektivitas Jalan Trans Papua yang mulai terhubung juga dirasakan sejumlah kepala daerah tingkat kabupaten, seperti yang diakui Lakius Peyon Bupati Yalimo salah satu kabupaten di Pegunungan Papua, bahwa jalan itu akan memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jika nanti jalan Trans berfungsi,Yalimo akan menerima damapk besar, karena akan menjadi pusat transit dari Jayapura ke kawasan pegunungan tengah Papua,”ungkap Bupati, Senin 10 September.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XVIII Osman H Marbun mengatakan, konektivitas ruas Jalan Trans Papua kini sudah mencapai 91 persen dari total panjangnya 4333 Kilometer. “Kami targetkan tahun 2019 semua akan terkoneksi,”kata Osman.

Konektivitas sejumlah ruas Jalan Trans Papua sepanjang 4333 Kilometer mulai terhubung

Namun untuk ruas Jalan Jayapura- Wamena yang melewati 5 kabupaten yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Yalimo dan Jayawijaya, Osman meminta masyarakat agar jangan dulu melintasinya. Karena masih tahap pengerjaan. “Jalan Jayapura-Wamena belum layak digunakan karena pihak kontraktor belum menuntaskan sejumlah pekerjaan. Rencananya baru akan membuka ruas jalan ini untuk pertama kali pada Desember mendatang. Kegiatan ini akan ditandai dengan pengiriman barang dari Jayapura ke Wamena, ” ungkap Osman.

Ia melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Pemda, aparat TNI serta Polri guna memastikan agar Jalan Jayapura-Wamena jangan digunakan hingga pengerjaannya tuntas dan layak dilintasi. “Memang banyak warga yang nekat melintas karena mendapatkan manfaat luar biasa dari ruas jalan tersebut, tapi kondisi jalan masih dalam pengerjaan,’’tandansya.

Yang jelas banyak keuntungan yang akan diperoleh masyarakat Papua, jika seluruh ruas Jalan Trans papua terkoneksi. “Distribusi melalui jalan darat lebih khusus ruas jalan Jayapura-Wamena bisa menekan tingginya harga kemahalan barang di daerah seperti Yalimo dan tujuh kabupaten lainnya dengan maksimal. Sebab selama ini distribusi barang masih menggunakan pesawat, “tukas Osman dengan nada optimis.

Tak bisa dipungkiri bahwa Papua memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah. Semua ada di Papua, salju saja ada apalagi sumber daya alam seperti hasil tambang, pertanian, dan perikanan, semua ada dan tersebar luas di Papua. Bahkan, Papua juga penuh talenta-talenta olah raga dan seni yang telah mengharumkan Indonesia ditingkat Internasional. Oleh karena sumber daya alam serba melimpah, tentu Papua adalah raksasa yang masih tidur.

Kini dengan terbukanya akses jalan darat yang kerap disebut dengan Jalan Trans Papua, maka secara perlahan raksasa tidur itu mulai bangun dari tidurnya, guna mewujudkan mimpinya menuju Papua bangkit, mandiri, sejahtera dan berkeadilan.

banner
Bagikan :

News Feed