oleh

Warga Dihimbau Tak Gunakan Dulu Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena

Jayapura, Kawattimur – Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Pelaksanaan Nasional XVIII Papua menghimbau warga Papua untuk tidak menggunakan atau melintasi dulu Jalan Trasn Papua ruas Jayapura-Wamena sepanjang 585 Kilometer. Pasalnya, hingga kini proses pengerjaan jalan masih berlangsung. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah 8 Papua, Osman H. Marbun.

“Jalan Jayapura-Wamena belum layak digunakan karena pihak kontraktor belum menuntaskan sejumlah pekerjaan. Rencananya ruas jalan baru dibuka Desember mendatang. Dan Kegiatan itu nantinya akan ditandai dengan pengiriman barang dari Jayapura ke Wamena,”ujar Osman, Seninj 10 September.

Osman mengakui bahwa sudah banyak warga yang nekat melintas ruas Jalan Jayapura-Wamena, meski sebenarnya masih dalam tahap penyelesaian. “Mungkin warga merasa mendapatkan manfaat luar biasa dari ruas jalan tersebut, tapi jelas mengganggu proses pengejeraaan jalan yang sedang berlangsung,’’tegasnya.

Untuk itu, Osman menyatakan, akan berkoordinasi dengan Pemda, aparat TNI serta Polri untuk memastikan agar Ruas Jalan Jayapura-Wamena jangan dulu digunakan hingga tuntas pengerjaannya. “Kami akan koordinasikan hal itu dengan instansi terkait, agar jalan jangan dulu digunakan hingga proses pengerjaannya tuntas,’’tandas Osman.

Bupati Yalimo Lakius Peyon saat ditanya dampak yang akan dirasakan warganya dengan terbukanya akses jalan trans Papua mengakui, akan mendapatkan dampak pertumbuhan ekonomi yang sangat drastis apabila jalan berfungsi. “Yalimo akan menjadi pintu masuk dan transit ke wilayah pegunungan Papua, jelas ini sangat berdampak baik,’’terangnya.

Untuk diketahui, ruas jalan itu melewati Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Yalimo berakhir di Kabupaten Jayawijaya yang merupakan pusat ekonomi pegunungan tengah Papua.

Daril pantauan langsung bersama pihak BBPJN wilayah 8 pada tanggal 7 hingga 8 September 2018, masih ditemukan puluhan kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut. Kendaraan tersebut mengangkut sejumlah barang kebutuhan pokok dan BBM.
Terdapat dua perusahaan yakni Virgana Putra Perkasa dan Paesa Pasindo yang sementara mengerjakan jalan meliputi pengalian, penimbunan, pembukaan jalan, pelebaran badan jalan serta menurunkan grid atau kemiringan jalan dari 30 persen hingga di bawah 12 persen. (ak)

Bagikan :

News Feed