oleh

Kampung Baru Antara Jayapura – Wamena Akan Hadir

Jayapura – Kawattimur, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Yalimo rencana akan membuka wilayah pemukiman baru bagi masyarakat di daerah Kamika, jalan trans Papua antara Kabupaten Jayapura dan Jayawijaya dalam mendukung tingkat perekonomian.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Yalimo, Yan Ukago, mengatakan rencana pembukaan wilayah pemukiman di daerah Kamika karena pembangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Jayapura dan Jayawijaya berada di tengah hutan belantara melewati daerah tersebut dengan jarak kurang lebih 400 kilometer.

“Jadi, secara psikologis kalau 20 kilometer saja tidak masalah, tapi kalau pembangunan jalan trans Papua sampai 50 kilo atau 80 kilo di tengah belantara antara Jayapura – Wamena mesti ada pengembangan wilayah baru,” kata Kadis PU Kabupaten Yalimo, Yan Ukago, di KotaJayapura, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan, daerah Kamika ini nantinya akan dijadikan kawasan pemukiman baru dimana difungsikan sebagai tempat beristirahat bagi warga yang melewati jalan trans Papua sekaligus bisa berwisata alam.

Untuk mempersiapkan semua itu, kata Yan, pihaknya telah mengundang konsultan yang berkompeten untuk melakukan desain perencanaan pembangunan pemukiman warga.

“Jadi, kita akan buat konsep untuk orang lewat sekaligus mereka juga bisa melihat langsung (berwisata) melihat kawasan hutan lindung yang harus di jaga,” ujarnya.

Mantan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Papua ini mengakui pembangunan jalan trans Papua yang merupakan program nawacita Presiden Joko Widodo ini mampu menekan tingkat kemahalan barang dan membuka keterisolasian Papua.

Dimana, dari pembangunan jalan trans Papua ini hampir 50 persen masuk wilayah Kabupaten Yalimo, sepertiganya masuk wilayah Kabupaten Jayapura, dan sebagian lagi masuk wilayah kabupaten Jayapura dan Keerom.

“Kalau trans Papua dibuka, maka Kabupaten Yalimo akan menjadi wilayah pertama yang akan merasakan dampaknya. Misalnya saja harga semen yang sebelumnya mencapai harga Rp 750 ribu per sak, sekarang Rp 500 ribu, bisa jadi kalau jalan sudah dibuka akan turun sampai Rp 300 ribu per sak. Belum lagi barang kebutuhan pokok lainnya yang juga akan ikut turun,” katanya.

Diketahui, sebagian besar jalur trans Papua yang dilewati adalah hutan belantara. “Dari keerom lepas itu sudah masuk hutan belantara sampai disana melewati Distrik Abenaho lalu ke ibukota Yalimo, Elelim kurang lebih 470 kilo, cukup jauh dikurangi keerom 20an kilo. Jadi kurang lebih 400 kilo itu hutan belantara yang dilewati,” jelasnya. (bm)

Bagikan :

News Feed