oleh

Tokoh Masyarakat Kota Jayapura Serukan Pemilu Damai 2019 di Papua

Jayapura, Kawattimur – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura Willem Itaar menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Papua untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu Damai 2019. Hal ini ia ungkapkan usai menghadiri acara tatap muka Kapolda Papua bersama para tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat se-Kota Jayapura, Selasa 24 September 2014.

Willem juga meminta kepada Penyelenggara Pemilu Provinsi dan 29 kabupaten/kota di Papua agar mensosialisasikan pelaksanaan kampanye dengan tertib dan damai, tanpa hoax yang berakibat pada potensi konflik bagi pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Apalagi kata dia, dengan adanya ‘system parlementary threshold’ yang mengharuskan setiap partai politik wajib mencapai perolehan suara 4 persen baik di tingkat DPR-RI, provinsi, dan juga kabupaten/kota, membuat para calon legislator akan berkompetisi secara keras. Terlebih kompetisi antar calon legislator yang ada di dalam satu partai politik.

“Kalau suatu partai tidak mencapai parlementary threshold 4 persen baik ditingkat DPR RI, provinsi dan juga kabupaten/kota, maka partai itu dinyatakan gugur secara otomatis. Ini suatu hal yang sangat bahaya, karena setiap partai akan menggunakan cara apapun dalam mencapai empat persen suara itu,” terang Willem kepada wartawan di Kota Jayapura, Selasa siang.

Ia mencontohkan Kota Jayapura yang memiliki kuota 40 kursi DPRD Kota, dengan jumlah bakal calon legislator sekitar 500 orang. Dengan jumlah ini membuat perhatian serius dari pihak FKUB, tokoh adat dan masyarakat serta kepolisian untuk berkoordinasi mengawal jalannya Pemilu yang aman, tertib dan damai di Bumi Cenderawasih.

“Kami memberikan apresiasi kepada bapak Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin atas cara dan gaya beliau (ara)

Bagikan :

News Feed