oleh

PON Papua Hanya Pertandingkan 45 Cabor

banner

JAYAPURA Kawattimur- 50 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2020 yang diputuskan melalui SK KONI Pusat no 72, mengalami pengurangan menjadi 45 Cabor saja. Setidaknya ada lima cabang olahraga yang akan dicoret.

Hal ini di sampaikan langsung Sekertaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya saat di temui awak media, Rabu, 26 September 2018.

Kenius mengatakan, setelah melakukan pertemuan dengan semua stakeholder penyelenggaraan PON Papua. Pertemuan yang dihadiri oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua Umum KONI Papua, Kadisorda Papua, PB PON, serta 5 Bupati/Walikota sebagai penyelenggara cluster PON.

“Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KONI Pusat, ada 50 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON 2020. Tetapi sesuai dengan permintaan Gubernur kita pangkas lima cabor. Artinya tidak sesuai dengan kita punya kondisi daerah, dengan pembangunan infrastruktur yang sangat minim,” ungkap Kenius saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (26/09/2018) sore kemarin.

Lima cabang olahraga yang dihapus diantaranya, Cabor Bolling, Arum Jeram, Panjat Tebing, Handball dan Korfball. Selain itu, dikatakan Kenius bahwa bukan hanya ke-lima cabang olahraga yang diputuskan. Tetapi beberapa sub cabor atau nomor cabor lainnya juga mengalami pengurangan.

“Dari beberapa cabor ada beberapa sub nomor cabor yang kita kurangi. Seperti IMI dengan nomor Slalom. Aerosport dengan nomor Gantole, dan masih ada beberapa sub nomor cabor lainnya,” jelasnya.

Namun dikatakan Kenius bahwa kemungkinan kedepan masih ada cabang olahraga yang juga akan dikurangi.  Mengingat waktu yang terbilang sempit dengan kondisi kita yang semakin terjepit.

“Itu kita akan lihat nanti, jadi jika masih ada yang bisa kita kurangi lagi maka kita kurangi karena itu faktor keterbatasan venue sarana yang diapakai untuk pertandingan nanti, dengan waktu yang singkat tidak mungkin semua dibangun,” bebernya.

Dijelaskan, bahwa pengurangan cabor tersebut merupakan hak Papua selaku tuan penyelenggara PON ke-XX tahun 2020. “Ada dalam klausul bahwa tuan rumah bisa melakukan pengurangan cabor. Jika SK KONI ada 50 cabor tetapi dengan pertimbangan infrastruktur dan sarana-prasarana itu bisa kita kurangi,” katanya.

Kenius labih jauh menjelaskan, bahwa pengurangan cabang olaharaga tersebut juga berdasarkan kepengurusan serta atletnya tidak berjalan dengan baik.
Keputusan ini, diungkapkan Kenius akan disampaikan kepada KONI pusat dalam waktu dekat lewat SK Gubernur Provinsi Papua. (get)

banner
Bagikan :

News Feed