oleh

Temukan Dan Sembuhkan Orang Dengan Kusta, Peran Semua Pihak

Wamena Kawattimur, – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan dukungan penuh dan mengajak seluruh komponen warga masyarakat untuk bersama-sama menemukan dan penyembuhkan orang yang terkena penyakit Kusta di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya melalui Staf Ahli Bupati, Paulus Sarira usai kegiatan Rapat Koordinasi Intensifikasi Penemuan Kasus Kusta Dan Frambusia Di Kabupaten Jayawijaya, Rabu (26/9/2018) di salah satu hotel di kota Wamena.

Paulus Sarira mengatakan, atas nama pemerintah daerah kabupaten ]ayawllaya, saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim fasilitator dari kemenkes dan juga kepada tim fasilitator Dinkes Provinsi Papua.

“Saya menyambut gembira diadakannya kegiatan ini, di kota Wamena, yang melibatkan banyak plhak terkait, sehingga upaya kita semua untuk menemukan penderita kusta, di tengah masyarakat, dapat memberikan hasil yang baik. Sebab, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa, sering kali para penderita kusta tidak terekspose keluar, bahkan disembunyikan oleh keluarga, oleh masyarakat, karena dianggap sebagai aib keluarga,” ungkap Paulus Sarira.
Terkait upaya pemerintah pusat dan provinsi Papua untuk melakukan program pergi ketuk pintu rumah untuk mencari warga yang terkena kusta, Paulus mengungkapkan, pemerintah menyambut baik program itu, dengan harapan agar mereka yang terkena kusta dapat ditemukan dan diobati.

Menurutnya, penanganan penyakit kusta di Kabupaten jayawijaya tidak hanya melibatkan instansi terkait, melainkan semua pihak yang peduli akan penyembuhan penyakit kusta, baik itu para tokoh masyarakat, tokoh agama, politisi, LSM dan Birokrasi.

Diakui Paulus, sampai saat ini, belum ada data yang valid tentang angka prevalensi kusta di Kabupaten Jayawijaya. disebabkan kesulitan menemukan pasien yang datang berobat ke puskesmas.
Dikatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Indonesia yang dilakukan di Jayawijaya tentunya dapat mendorong semua pihak di jayawijaya untuk menemukan dan mengobati penyakit kusta di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Dirinya berharap kepada semua SKPD yang terkait agar dapat bersama-sama menyikapi permasalahan penyakit kusta di Kabupaten Jayawijaya.

Sementara itu, dr. Tiffany Tiara Pakasi dari direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengungkapkan, kista prambusia itu termasuk dalam kategori penyakit menular tropis terabaikan dan masih ada di seluruh Indonesia termasuk Papua dan Jayawijaya.

Dijelaskan, Wilayah papua masih termasuk provinsi yang capai tereliminasi, sehingga kementerian melakukan kegiatan sosialisasi dengan maksud agar bisa dicari dan ditemukan lalu diobati.
“Kegiatan ini di danai kementerian dan bekerjasama dengan provinsi Papua, tujuannya mencari kasus sebanyak-banyaknya untuk kita obati, supaya eliminasi tercapai,” kata Tiffany.

Dikatkan, target yang ingin di capai ialah eliminasi kusta tingkat Provinsi pada tahun 2019 mendatang, artinya angka penderita mau ditekan 1/10000 penduduk.

Dinas Kesehatan Provinsi sejak tahun 2017 telah menemukan 5 Kasus penyakit kusta di Kabupaten Jayawijaya, dari 1100 kasus yang terdaftar di Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Dari 2017 di Papua itu ada 1100 kasus yang terdaftar dan di Jayawijaya Cuma 5, dan lima itu yang seperti dokter bilang kita tidak mencari,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Papua dr. Aron Rumainum.

Menurutnya, 5 kasus yang ditemukan di Jayawijaya merupakan kasus yang terdaftar di dinas kesehatan, sedangkan jika kita mencari dari pintu ke pintu tentunya akan ditemukan penderita kusta lainnya.

Kata dr. Aron Rumainum, sangat penting keterlibatan semua komponen terutama peran aktif dari Puskesmas yang ada di 40 Distrik dalam upaya mencari dan menemukan penderita kusta dengan cara mengunjungi dari rumah ke setiap rumah yang ada di Wilayahnya, dengan begitu semua dapat terdata dan pengobatan juga dapat dilakukan.
Dirinya menargetkan, jika sistim ketuk pintu diterapkan dengan baik, terutama mengunjungi setiap rumah keluarga dan sekolah, pastinya akan menemukan peningkatan penderita Kusta di Jayawijaya.

“Kalau ukurannya itu tercapai antara 1/10000, itu berarti penderita kusta di Jayawijaya 25,” kata dr. Aron Rumainum.
Dijelaskan, sejauh ini untuk wilayah Kabupaten Jayawijaya belum ditemukannya penderita kusta khusus anak-anak begitu juga dengan kasus cacat.(NP)

Bagikan :

News Feed