oleh

Terduga Pembunuh Ibu Rumah Tangga Diringkus, Apa Profesinya?

Jayapura, Kawattimur – Akhirnya Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota berhasil membekuk YR (46) yang merupakan pelaku pembunuhan Agustina Mandowaly (40) tidak lain merupakan istrinya sendiri, Kamis 27 September 2018 sekitar pukul 05.20 WIT. Pelaku diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu instansi pemerintahan Provinsi Papua.

Pelaku ditangkap saat bersembunyi disalah satu rumah kerabatnya yang berada di sekitar Holtekamp, Distrik Muara Tami. Dengan terpaksa polisi menghadiahinya dengan timah panas dibagian kaki lantaran hendak melakukan penyerangan terhadap anggota saat ditangkap.

Wakapolres Jayapura Kota Kompol Heru Hidayanto dalam jumpa persnya, Jumat 28 September, mengungkapkan, dari hasil penyidikan dan keterangan saksi serta hasil olah TKP menyimpulkan bahwa pelaku adalah sang suami korban. Pasca kejadian, sang suami melarikan diri dari rumahnya.

“Setelah kami lakukan penyidikan dan penyelidikan akhirnya pelaku berhasil ditangkap di Holtekamp dari rumah kerabatnya,” ungkap Heru kepada wartawan, Jumat sore.

Heru menuturkan, hasil pemeriksaan sementara, bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap istrinya lantaran dendam yang tak bis dibendungnya.

“Pelaku ini dendam karena korban yang merupakan istrinya pernah melaporkannya atas kasus KDRT sehingga pelaku menjalani proses hukuman hingga satu tahun dan baru keluar bulan Mei lalu,” terangnya.

Heru melanjutkan, setelah keluar dari lembaga permasyarakatan beberapa bulan kemudian, pelaku dan korban tinggal serumah. Tidak lama kemudian, diketahui pelaku masih menyimpan dendamnya terhadap korban, hingga terlibat cekcok mulut yang berbuntut penganiayaan dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Saat kejadian mereka cekcok, dimana pelaku langsung memukul korban menggunakan palu ke kepala korban sebanyak dua kali, yang mengakibatkan korban meninggal. Kemudian pelaku menyeret korban ke lahan kosong yang tidak jauh dari rumahnya, lalu menutup jasad korban menggunakan semak belukar,” terangnya.

Heru pun menegaskan, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 340, 338, dan 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayan hingga menghilangkan nyawa orang dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (ara)

Bagikan :

News Feed