oleh

Hutan Papua Harus Dilestarikan Layaknya Seorang Ibu dan Anak

Manokwari – Kawattimur, Pemerintah Provinsi Papua telah berinisiatif dan berkomitmen tinggi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, dimana sejalan dengan pesatnya pembangunan yang dilaksanakan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MH mengatakan perlu ada keselarasan dan kebijakan dan impelentasi pembangunan berkelanjutan mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota harus melibatkan masyarakat adat secara partisipasif merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting.

“Jadi, upaya menjaga dan memelihara sumber daya alam dan lingkungan untuk generasi mendatang juga tetap menjadi prioritas utama,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Provinsi Papua, DR. Ir. Noak Kapisa, Msc pada pembukan ICBE 2018 dan konferensi internasional di gedung PKK Pemprov Papua Barat, Manokwari, Minggu sore (7/10/2018).

Menurut Kapisa, visi pembangunan berkelanjutan Papua (Visi 2100 Papua) yang menjadi dasar visi pembangunan Pemerintah Provinsi Papua periode 2018-2023 adalah kebahagiaan kualitas kehidupan seluruh masyarakat Papua berada pada tingkat setinggi-tingginya secar adil dan merata.

Serta kondisi alam Papua baik daratan, perairan, udara tetap lestari dan terjaga serta meningkat kualitasnya. “Bagi kami di Provinsi Papua tanah adalah ibu,” ujarnya.

Ungkapan tersebut, kata Noak, sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana hutan dan alam Papua yang kaya akan sumber daya alam senantiasa menyediakan semua kebutuhan dan perlindungan layaknya seorang mama menyediakan makan, minum, kehangatan dan perlindungan bagi anak – anaknya.
“Bagi kami Provinsi Papua, alam adalah dasar dari segala upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat kami,” katanya.

Dikatakan, sistem ekonomi, sosial, teknologi dan infrastruktur merupakan sarana mewujudkan tujuan utama yang selayaknya dipakai secara efektif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Kami membayangkan bahwa di tahun 2100 nanti, kebahagiaan dan kualitas hidup seluruh rakyat Papua akan berada pada tingkat setinggi – tingginya secara adil dan merata,” jelasnya.

Pembangunan berbasis sumber daya alam seringkali membawa dampak kerusakan lingkungan yang dalam jangka panjang justru akan menurunkan kualitas hidup masyarkat.

“Pertumbuhan ekonomi hijau yang memastikan terjaganya fungsi lingkungan dengan tetap menghasilkan kemajuan pembangunan untuk penghidupan masyarakat secara adil dan merata,” ujarnya. (bm)

Bagikan :

News Feed