oleh

KONI Minta POBSI Papua Serius Persiapan PON

JAYAPURA Kawattimur,-Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, M.Si mengatakan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020 tak ada lagi alasan untuk bersantai-santai saat ini.

Sesuai target, Persatuan Olahraga Biliar Seleuruh Indonesia (POBSI) Papua sudah pernah menyumbang 2 medali emas dan 1 medali perak pada PON Ke-XIX di Bandung Jawa Barat 2016 lalu.

Demikian juga target Ketua Pengprov POBSI Papua Natalis Tabuni yang baru saja dilantik yakni harus meraih 4 medali emas di PON XX tahun 2020. “Ini hendaknya dapat diwujudkan. Oleh karena itu target ini harus direalisasikan dengan melakukan persiapan yang matang sehingga apa yang ditargetkan di PON XX tahun 2020 tercapai,” kata Kenius saat acara pelantikan pengprov POBSI Papua Periode 2018-2022 Selasa, 23 Oktober 2018.

Sistem pembinaan harus di robah. Untuk itu, Kenius mendorong pengurus POBSI yang baru dilanrik agar memperbanyak iven-iven daerah. Selain itu, pembinaan pelatih kata Kenius mutlak dilakukan. :Mari kita sama-sama membina pemain usia dini. Demikian juga pengurus di daerah harus lebih gencar melakukan pembinaan. Yang paling penting lagi dilakukan pembinaam pelatih. Kita di Papua kekurangan pelatih,” tukasnya.

“Kelemahan kita di Papua ketika ada pertandingan atau kejuaraan kita kalang kabut menyiapkan atlet dan pelatih,” tandasnya.

Mengurus olahraga menurut Kenius, tidak bisa dilakukan setengah hati. Untuk itu, dana pembinaan atlet perlu ditingkatkan. Kita harapkan semua cabor menyiapkan atlet dengan baik. Kita bina anak-anak Papua untuk disiapkan menjadi atlet. Sehingga dikemudiam hari kita tidak kekurangan atlet,” paparnya.

Seraya mengajak semua pengurus bekerja iklas. Sebab ia sadar pengurus olahraga hanya bermodalkan semangat kerja.” PON 2020 menjadi ukuran bagi keberhasilan pembangunan olahraga di Papua,”tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Jendral Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) DR. Ferdinand Risamasu, MSc melantik dan mengukuhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Papua masa
bhakti 2018-2022 yang berlangsung, Selasa 23 Oktober 2018 di Rumah Biliar Best Pool, Kota Jayapura.

Pelantikan ditandai penandatangan pakta intergritas dan penyerahan bendera pataka dari Sekjen PB POBSI DR. Ferdinand Risamasu, MSc kepada Ketua Umum Pengprov POBSI Papua Natalis Tabuni, SS,i M.Si
berdasarkan Surat Keputusan Nomor 008/SKEP/PBPOBSI/VIII/2018.

Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Papua masa
bhakti 2018-2022 yang berlangsung, Selasa 23 Oktober 2018 di Rumah Biliar Best Pool, Kota Jayapura.

Ketua Umum Pengprov POBSI Papua Natalis Tabuni, SS, M.Si mengatakan, cabang olahraga (cabor) biliar merupakan cabor unik yang dipertandingkan pada multi event Nasional bahkan Internasional, dan berbeda dengan cabor lainya. Pasalnya biliar bisa dimainkan oleh semua kelompok umur dan kalangan masyarakat.

“Biliar adalah cabor milik rakyat karena tidak mengenal waktu, usia, dan gedung tertutup. Tapi olahraga ini dimainkan di event Internasional, tidak hanya atlet professional tapi semua kalangan masyarakat. Itulah yang unik dari cabor biliar beda dari lain,” ujar Natalis Tabuni, SS, M.Si dalam sambutannya.

Lanjut kata Natalis, mengakui optimistis dengan dukungan PB POBSI dan KONI Papua dipastikan kepengurusan POBSI Papua akan menargetkan 5 medali emas kepada Kontingen Papua pada saat penyelenggaraan Pekan
Olahraga Nasional (PON) XX/2020 mendatang di Papua.

Oleh karena itu, diharapkan kepengurusan yang baru juga dapat mempersiapkan atlet sebaik-baiknya, baik yang sudah berpengalaman maupun seleksi atlet berprestasi menuju PON XX.
“Diharapkan atlet kita bisa mempersiapkan jauh-jauh hari, supaya tidak mencari atlet lagi. Mari kita sama-sama PB PON, KONI Papua dan PB POBSI sukseskan prestasi PON XX,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Kenius Kogoya, M.Si mengatakan, sebagai tuan rumah PON XX 2020 tak ada lagi alasan untuk bersantai-santai saat ini, dimana sesuai target 2 emas dan 1 perak yang diperoleh saat PON Jawa Barat, harus dipertahankan bahkan mencapai apa yang menjadi target Ketua Pengprov yang baru dilantik yakni 4 emas di PON XX/2020 mendatang.
“Ini hendaknya dapat diwujudkan. Oleh karena itu target ini harus direalisasikan dengan melakukan persiapan yang matang sehingga apa yang ditargetkan di PON XX tahun 2020 tercapai,” kata Kenius.

Kenius mengharapkan POBSI Papua yang baru dilanrik agar memperbanyak event-event daerah maupun pembinaan pelatih mutlak dilakukan, terutama membina pemain usia dini. Serta kepengurusan di daerah harus lebih gencar melakukan pembinaan, sebab di Papua saat ini kekurangan pelatih berprestasi.

“Kelemahan kita di Papua ketika ada pertandingan atau kejuaraan kita kalang kabut menyiapkan atlet dan pelatih. Mengurus olahraga tidak bisa dilakukan setengah hati, oleh karena itu harus dana pembinaan atlet perlu ditingkatkan. Kita harapkan semua cabor menyiapkan atlet dengan baik, anak-anak Papua harus disiapkan menjadi atlet, sehingga dikemudian hari kita tidak kekurangan atlet. Pasalnya PON 2020 menjadi
ukuran bagi keberhasilan pembangunan olahraga di Papua,” jelasnya.

Ditempat yang sama Sekretaris Jendral PB POBSI DR. Ferdinand Risamasu, MSc menambahkan, pelantikan ini membuktikan bahwa olahraga biliar sudah ada diberbagai provinsi di Indonesia, sehingga sudah banyak atlet pebiliar yang dimiliki dan sudah berprestasi diberbagai event kejuaraan.

“Orang yang mengurus olahraga ini, tergantung bagaimana berkomunikasi karena olahraga ini berasal dari perasaan, kebiasaan dan terbangun hanya satu hal yaitu ada komunitas didalamnya. Bangunlah komunitas
itu, sehingga event-event bisa terwujud kedepannya yang berdampaknya memberlakukan pembinaan dan kebiasan bermain untuk atlet-atlet kita.

Karena olahraga ini dibangun oleh mental 70 persen, 30 persen skill jadi jika tidak terbiasa dengan pertandingan hasilpun tidak maksimal,” tambahnya. Oleh karena itu Ia mengajak POBSI Papua dapat mengirimkan para atletnya untuk ( Get)

Bagikan :

News Feed