oleh

22 Perawat Dinkes Jayawijaya Uji Kopetensi

banner

Wamena Kawat Timur, – Sebanyak 22 tenaga perawat pada dinas kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rabu (24/10/2018) mengikuti kegiatan ujian Kompetensi Perawat.

Kegiatan itu sendiri dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr. Willy Mambieuw di ruang rapat Kantro Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya.

Usai kegiatan pembukaan kegiatan itu, dr. Willy Mambieuw mengungkapkan, sebelumnya telah dibuka pendaftaran selama 4 hari dan untuk tanggal 24 Oktober sebanyak 22 Perawat akan mengikuti kegiatan Ujian Kopetensi.
Dijelaskan, dinas kesehatan masih membuka kesempatan dan memberikan kelonggaran kepada tenaga kesehatan lainnya yang ingin mengikuti kegiatan Ujian Kopetensi.

“Saya harap kepada peserta yang hari ini sudah ikut ujian bisa menyampaikan kepada teman-teman yang belum ikut, karena dinkes masih membuka peluang bagi mereka yang belum mendaftar,” kata dr. Willy.
Tujuan dilaksanakannya Ujian Kopetensi bagi perawat dan petugas kesehatan, jelas dr. Willy bahwa kegiatan ujian dan hasilnya nanti merupakan salah satu syarat untuk mengusul kenaikan pangkat terutama bagi teman-teman yang ada di fungsional.

Itu berarti setiap peserta yang mengikuti ujian kpetensi ini harus benar-benar dinyatakan lulus oleh tim penguji dan telah memiliki sertifikat, sehingga dalam mengurus kenaikan pangkat tidak terkendala lagi.
Kata dr. Willy, aturan ini bukan hanya diberlakukan di Kabupaten Jayawijaya, namun peraturan ini merupakan instruksi lansung dari kementerian kesehatan Republik Indonesia.

Dikatakan, sesuai aturan terbaru, maka khusus untuk tenaga fungsional diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ujian kopetensi, sehingga dengan menerima rekoemndasi langsung dari kementerian kesehatan RI, maka dinas kesehatan langsung mengambil kesempatan itu dengan menggelar kegiatan ujian kopetensi bagi tenaga perawat, perawat gigi, perawat radio madik, teknik medik dan perawat rekam medik.

Diakuinya, dalam melakukan ujian kopetensi ini, pihak dinkes Jayawijaya meamang masih terkendala tenaga penguji, namun hal itu tidak menyurutkan semangat dinkes Jayawijaya untuk melaksankannya di Jayawijaya.
Untuk kekurangan tenaga penguji ini, jelas dr. Willy, dirinya akan mencoba melakukan komunikasi dan koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi Papua dan kementerian kesehatan agar mendapatkan rekomendasi dan bantuan tenaga penguji.(NP)

banner
Bagikan :

News Feed