oleh

Ratusan Massa Duduki Kantor DPRD Jayawijaya, Tolak Rencana Pembangunan Markas KOREM

Wamena Kawat Timur, – Ratusan Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Adat Jayawijaya (FPMAJ), Senin (12/11/2018) menduduki kantor DPRD Jayawijaya.

Ratusan massa yang datang berasal dari beberapa titik yang ada di dalam maupun luar kota Wamena yang terdiri dari Masyarakat hingga mahasiswa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan dan pemuda.

Tujuan ratusan massa duduki kantor DPRD Jayawijaya guna menyampaikan aspirasinya terkait rencana pembangunan Mako Korem di Kabupaten Jayawijaya yang tepatnya akan di bangun di Wilayah Distrik Asologaima dan Distrik Solo Sukarno Doga.

Ratusan Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Adat Jayawijaya (FPMAJ), Senin (12/11/2018) menduduki kantor DPRD Jayawijaya.

Dalam Orasinya Koordinator Lapangan Aksi Demo, Simeon Daby mengungkapkan, kedatangan massa ke kantor DPRD Jayawijaya guna menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana pembangunan Mako Korem di Jayawijaya.

Selain itu Massa yang datang saat ini menuntut agar hak pemberian kepala suku besar kepada Pangdam yang telah diberikan oleh Oknum Yang mengaku kepala suku dalam hal ini Alex Doga dan Abock Helago agar segera dikembalikan, karena seluruh masyarakat yang ada di pegunungan tengah Papua menolaknya.

Dalam aksi itu, Simeon mengungkapkan bahwa akan dilakukan penandatangan petisi penolakan terhadap rencana pembangunan Mako Korem dan penolakan pemberian dan pengangkatan kepala suku yang diberikan kepada Pangdam.

Sementara itu, Welius Doga salah satu anak omarekma mengungkapkan, Pemerintah dan DPRD serta aparat keamanan harus benar-benar memahami aturan tentang bunyi aturan dan pengakuan tentang masyarakat adat.

“Kami minta pemerintah Jayawijaya bisa mengerti dan baca baik aturan itu,” ungkap Welius.

Menurutnya, Orang Papua itu hidup diatas tanah dan mencari nafkah dengan berkebun diatas tanah, jadi kepada oknum Olex Doga dan Abock Helago untuk stop untuk kasih-kasih tanah sembarang.

Atas nama masyarakat, Welius mengungkapkan dirinya malu karena orangtuanya dalam hal ini Oknum Alex Doga dan Abock menyerahkan tanah sembarang.

Dirinya memastikan, selama ini Kabupaten Jayawijaya tetap aman dan damai, jadi tidak perlu lagi adanya pembangunan Mako Korem di Seluruh Wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Dijelaskan, kebanyakan orang tua dikampung sudah setuju untuk menolak rencana pembangunan Mako Korem di Jayawijaya.

Diakuinya, di Asologaima itu sangat cukup dari sisi keamanannya, karena ada Polsek dan Pos 756.

Terkait pemberian gelar kepala suku kepada Pangdam, Welius mengungkapkan, Alex Doga Dan Abock tidak memiliki hak, karena untuk hal ini harus semua kepala suku dari 8 kabupaten pegunungan tengah bicara dan sepakat, namun yang terjadi hanya dilakukan oleh Oknum.(NP)

banner
Bagikan :

News Feed